Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Padat, Dishub Jabar Siapkan Ramp Check hingga Rekayasa Lalu Lintas

Sonni Hadi
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar dan jajarannya kini tengah fokus mengatur persiapan arus mudik.
BANDUNG, KejakimpolNews.com — Pergerakan masyarakat menjelang mudik Lebaran 2026 diperkirakan meningkat signifikan.
Mengantisipasi potensi kepadatan di jalur utama, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat mulai menyiapkan sejumlah langkah pengamanan transportasi, mulai dari pemeriksaan kendaraan umum hingga rekayasa lalu lintas di titik rawan macet.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan keselamatan penumpang menjadi fokus utama selama periode angkutan Lebaran.
Karena itu, pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap bus dan angkutan umum telah dilakukan sejak Februari 2026. Pemeriksaan meliputi kondisi teknis kendaraan seperti sistem pengereman, lampu, ban, serta kelengkapan alat keselamatan dan dokumen administrasi kendaraan.
Selain memastikan kondisi armada, Dishub Jabar juga menyiapkan jaringan pengawasan arus mudik melalui puluhan posko yang tersebar di berbagai titik strategis.
Secara keseluruhan akan ada empat rest area bersama Kementerian Perhubungan, lima posko ruas jalan provinsi, 115 posko kewilayahan kabupaten/kota, serta 35 posko simpul transportasi di terminal dan jalur utama.
Posko ini berfungsi memantau arus kendaraan, memberikan informasi kepada pemudik, hingga menampung pengaduan masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.
Pemantauan lalu lintas juga diperkuat melalui sistem CCTV yang terhubung ke pusat kendali di Jabar Digital Center. Melalui sistem ini, petugas dapat memonitor kondisi jalan secara real time dan mengambil langkah cepat jika terjadi kepadatan atau gangguan lalu lintas.
Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, rekayasa lalu lintas juga disiapkan bersama kepolisian. Skema seperti sistem satu arah, ganjil genap, hingga contra flow akan diberlakukan di jalur-jalur yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan.
Selain itu, pembatasan operasional kendaraan barang pada hari dan jam tertentu juga menjadi bagian dari strategi pengendalian arus lalu lintas selama periode mudik.
Dishub Jabar juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung transportasi seperti terminal, rambu dan marka jalan, serta penerangan jalan. Pengawasan tarif angkutan umum turut dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang tidak sesuai aturan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran di Jawa Barat dapat berlangsung lebih tertib dan aman, meski jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan akan meningkat tajam seperti tahun-tahun sebelumnya.**
Editor: Sonni Hadi



