Pencarian Hari ke-3
Enda yang Hilang Ceburkan Diri ke Sungai Citarum Baleendah Belum Ditemukan

BPBD Kab. Bandung
Pencarian Enda yang hilang setelah menceburkan diri ke Sungai Citarum Baleendah
BALEENDAH, KejakimpolNews.com - Enda Hermawan (27) yang hilang setelah menceburkan diri dari jembatan Sungai Citarum, wilayah Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (10/4/2026) malam, pencarian hari ke-3, Sabtu (11/4/2026) belum juga ditemukan.
Tim SAR gabungan yang turun tangan melakukan pencarian hari ke-3 tersebut sejak pagi hingga pukul 16.30 WIB, Enda belum menemukan.
Enda warga Kampung Cikarees RT 01/21 Kelurahan/Kecamatan Baleendah ini diduga menyeburkan diri ke Sungai Citarum usai bertengkar dengan Verawati (26), istrinya, Kamiis (9/4/2026) malam.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya ketika dikonfirmasi membenarkan pencarian korban hari ke-3 oleh tim SAR gabungan belum ditemukan.
"Pencarian korban akibat "dayung patah" atau tenggelam di Sungai Citarum akan dilanjutkan besok," kata Beny, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Beny, pencarian hari ke-3 dengan menyusuri Citarum dengan perahu karet hingga ke kawasan Curug Jompong kawasan Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian menggunakan LCR dan rafting dari sektor 8 (Citarum harum) sampai ke jembatan BBS dengan jarak 6,34 KM.
Hingga Pukul 16.45 WIB Pencarian dihentikan sementara dengan hasil pencarian nihil. Berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan, pencarian akan dilanjutkan hari Minggu (12/4/ 2026) besok.
Emergency plan, menempatkan safety officer dan tim reaksi cepat yang dilengkapi peralatan medis untuk pertolongan pertama jika terjadi keadaan darurat.
"Unsur yang terlibat, Basarnas Bandung, Polsek Baleendah, Polsek Baleendah SAR Brimob Polda Jabar, dan sejumlah relawan," ungkap Beny.
Total Tim SAR Gabungan, kata Beny 91 Personil dengan peralatan, 1 Unit Rescue Car, 1 set Pal SAR Air,1 set pal komunikasi, 1 drone Basarnas, dan 1 set peralatan medis.
"Ternasuk LCR Basarnas, 1 LCR BPBD Kabupaten Bandung, 1 LCR SAR Brimob Polda Jabar, 2 LCR Tagana Kabupaten Bandung, 2 rafting boat YKP dan 1 arafting SAR UNPAD," pungkas Beny.
Diberitakan, dari sejumlah saksi, awal kejadian korban yang dalam pengaruh minuman keras sempat bertengkar dengan Verawati (26) istrinya.
Bahkan korban pun mengancam akan melukai orang dan akan memukul pemotor yang lewat. Korban dan istrinya sempat terlibat perkelahian sampai istrinya terjatuh namun tertahan besi jembatan dan ditolong korban.
Setelah istrinya mengambil HP dan pisau yang dibawa korban, korban langsung menceburkan diri ke Sungai Citarum dari jembatan.
"Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung menolong korban. Namun hingga dini hari korban tak ditemukan diduga terbawa arus Sungai Citarum," kata Wandi (43) seoang saksi.**
Editor: Yayan Sofyan

