Misteri Kerangka Manusia di Sungai Citarum Terungkap, Bukan Enda Tapi Indra

Foto : Istimewa
Kerangka yang ditemukan di Jembatan Cutarum Dayeuhkolot ternyata Indra.
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Penemuan kerangka manusia yang hanyut di aliran Sungai Citarum dan tersangkut di bawah jembatan Citarum, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, akhirnya menemukan titik terang.
Korban yang ditemukan pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB tersebut yang sebelumnya diduga Enda Hermawan (27) yang nyeburkan diri ke Sungai Citarum Baleendah ternyata bukan.
Kerangka tersebut diketahui Indra Haerudin (32) yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Sementara jasad Enda yang nyebur ke Sungai Citarum Baleendah, Kamis (9/4/2026) malam lalu hingga kini belum ditemukan.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diketahui bernama Indra Haerudin (32), warga Kampung Bojongkalong, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
Korban dilaporkan hilang sejak Senin (5/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Keluarga mengenali korban dari ciri-ciri pakaian, aksesoris yang digunakan, serta kondisi fisik yang masih dapat diidentifikasi.
Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombespol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR menyampaikan, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan sebagian besar tubuh telah mengalami pembusukan lanjut hingga menyisakan kerangka, terutama pada bagian kepala dan badan.
“Korban diduga telah meninggal dunia lebih dari dua minggu. Dari hasil pemeriksaan awal Inafis, tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan, namun kondisi jenazah yang sudah membusuk membuat identifikasi lebih lanjut menjadi terbatas,” jelasnya, Sabtu (18/4/2026)
Pihak keluarga pun menyatakan menerima kondisi korban dan meyakini kerangka tersebut adalah anggota keluarganya yang hilang. Hal tersebut diperkuat dengan adanya kecocokan ciri-ciri serta barang yang ditemukan bersama korban, termasuk gelang dan pakaian yang dikenakan.
“Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan dan menolak dilakukan autopsi, serta menyatakan menerima dengan ikhlas atas kejadian ini,” tambah Kapolres.
Dalam proses evakuasi, sejumlah unsur terlibat di antaranya tim Inafis Polresta Bandung, BPBD, Basarnas, Damkar, PMI, serta petugas gabungan lainnya. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Welas Asih untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan pendalaman guna memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut, sekaligus menutup rangkaian penyelidikan dengan tetap mengedepankan prosedur yang berlaku.
Dengan terungkapnya identitas korban, diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang selama ini menunggu kabar.
Sementara itu, jasad Enda Hermawan (27) yang menceburkan diri ke Sungai Citarum Baleendah usai bertengkar dengan istrinya Verawati (26) Kamis (9/4/2026) malam lalu meski belum ditemukan, operasi SAR telah dihentikan.
"Pencarian jasad Enda warga Cikarees Baleendah oleh tim SAR gabungan hingga hari ke-8, tepatnya Kamis (16/4/2026) ditutup sesuai aturan operasi SAR selama 7 hari. Ini diketahui dan disepakati pihak keluarga," kata Kabid Kedaluratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya.**
Editor: Yayan Sofyan
