Granat Sisa Perang Revolusi Ditemukan di Leles Garut, Tim Gegana Polda Jabar Turun Tangan

Penanganan penemuan granat sisa perang di Leles Garut
BANDUNG, KejakimpolNews.com – Warga Kampung Nangkaleah, Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut geger menyusul ditemukannya granat militer, Jumat (5/6/2026) sore,
"Benda mematikan yang ditemukan Jumat (5/6/2026) sore diduga peninggalan perang revolusi yang terkubur puluhan tahun di dalam tanah," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Minggu (7/6/2026)
Tim Jihandak Jibom Sub Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jabar, kata Hendra langsung diterjunkan untuk mengevakuasi dan memusnahkan granat dan proses pemusnahan berlangsung di lokasi bekas galian C kampung tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Leles AKP Wawan memimpin proses pemusnahan bersama personel Polsek Leles dan satu unit Tim Jibom Satbrimob Polda Jabar. Area sekitar lokasi langsung disterilkan agar warga tidak mendekat, Sabtu (6/6/2026).
Granat itu pertama kali ditemukan Nur Jatnika (50), seorang petani asal Kampung Cipondok yang hendak memperbaiki saluran air di kolam miliknya.
Ia terkejut saat melihat benda berbentuk granat atau bom genggam tertimbun di tanah. Mengetahui bahayanya, Nur langsung melapor ke aparat.
Sebagai langkah darurat, petugas merendam granat ke dalam kolam untuk meredam potensi ledakan sebelum berkoordinasi dengan Polres Garut dan Tim Jibom Polda Jabar.
Setelah dilakukan asesmen oleh personel Gegana, dipastikan granat harus dimusnahkan karena masih aktif dan berbahaya jika dipindahkan sembarangan.
Tim Jibom kemudian melakukan disposal dengan metode peledakan menggunakan detonator di titik yang telah disterilkan. Ledakan terkontrol mengguncang area bekas galian C. Asap mengepul beberapa saat sebelum situasi kembali tenang. Beruntung proses berjalan aman tanpa korban jiwa maupun kerusakan harta benda.
Wawan menegaskan pengamanan dilakukan ketat mulai evakuasi hingga pemusnahan. Sterilisasi area diterapkan agar warga tidak berada dalam radius berbahaya. Granat diduga sudah lama tertanam di lokasi dan baru terungkap saat warga menggali tanah.
Berdasarkan bentuk dan konstruksi, granat tersebut diyakini peninggalan masa revolusi.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras. Banyak wilayah di Jawa Barat yang dulu menjadi medan pertempuran masih menyimpan sisa amunisi aktif. Warga diimbau tidak menyentuh, memindahkan, apalagi menyimpan benda yang dicurigai sebagai bahan peledak. Jika menemukan benda serupa, segera laporkan ke polisi atau TNI agar ditangani sesuai prosedur keselamatan.
Polres Garut mengingatkan, granat tua bisa meledak kapan saja jika terguncang atau terkena panas. Penanganan asal asalan bisa berujung fatal. Langkah cepat segera melaporkan temuan menjadi contoh yang harus ditiru masyarakat.**
Editor: Yayan Sofyan