Jasad Johan Pegawai Pesantren Nurul Huda yang Hanyut di Sungai Cikapundung Belum Ditemukan

Pencarian jasad Johan yang hanyut di Sungai Cikapundung
BANDUNG, KajakimpolNews.com -- Sungai Cikapundung tepatnya di Kampung Rancabentang Dalam, RT.03/RW.06, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung yang tengah meluap menghanyutkan seorang pria.
Tragisnya, korban yang terbawa hanyut, Kamis (14/5/26) kemarin hingga Jumat (15/5/2026) siang ini, jasadnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan, .
Berdasarkan informasi, korban bernama Johan (55) merupakan pegawai Pesantren Nurul Huda yang baru bekerja di pesantren tersebut.
Saat kejadian, korban terpeleset yang kebetulan air di Sungai Cikapundung secara tiba-tiba meluap tinggi sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.
"Kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB. Tiba-tiba saja banjir bandang sehingga korban tidak sempat naik ke atas saat sedang mencuci di area sungai," kata Wahidin (45), seorang saksi.
Yadi Kuya dari pihak Tagana membenarkan, korban yang terbawa arus awal kejadiannya tepat di Pasantren Nurul Huda satu pegawai di pesantren tersebut Nurul Huda tadi terbawa arus air di Sungai Cikapundung.
"Saat terjadi luapan Sungai Cikapundung karena elevasi di hulu sungai begitu mendadak cukup besar sehingga korban terbawa hanyut di aliran Sungai Cikapundung," kata Yadi.
Tim Tagana, relawan, masyarakat, dan Damkar masih melakukan pencarian korban. Sejak sore, malam hari hingga saat ini korban belum ditemukan.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, tim rescue diberangkatkan pada sekitar pukul 20.25 WIB dengan Rescue Car Double Cabin lengkap peralatan SAR air dan komunikasi. Jarak tempuh sekitar 33 kilometer membuat tim diperkirakan tiba di lokasi pukul 22.10 WIB.
Pencarian kini dilakukan bersama unsur gabungan, Basarnas Bandung, Polsek Cidadap, Pesantren Nurul Huda, Damkar Kota Bandung, dan TRC KSB Cidadap.
"Kami akan berupaya maksimal untuk mencari korban yang terseret Sungai Cikapundung. Masyarakat juga kami imbau waspada, karena curah hujan masih tinggi dan debit air sungai bisa naik sewaktu-waktu. Hingga Jumat (15/5/2026) pukul 11.00 jasad korban belum ditemukan,” ujar Ade Dian Permana.**
Editor: Yayan Sofyan