Mangkrak, Proyek Revitalisasi Pasar Cileunyi Rp 4,5 Miliar Terus Jadi Sorotan

Yayan Sofyan
Proyek revitalisasi Pasar Cileunyi dana APBD Kab. Bandung Rp 4,5 miliar yang mangkrak
CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Proyek revitalisasi Pasar Cileunyi, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung dengan anggaran Rp 4,5 miliar lebih yang mangkrak kembali jadi sorotan dan banyak dipertanyakan.
Bagaimana tidak, proyek revitalisasi Pasar Cileunyi anggaran APBD Kabupaten Bandung tahun anggaran 2025 ini, hampir setahun belum ada tanda-tanda proyek dilanjutkan, Selasa (21/7/2026).
Bahkan, banyak pihak menilai anggaran poyek tahun 2025 miliar ini tak layak menghabiskan anggaran Rp 4,5 miliar lebih yang hanya sebatas membangun tiang-tiang beton untuk kios.
Berdasarkan pantauan, Selasa (21/7/2026) memang mangkraknya proyek revitalisasi Pasar Cileunyi menambah kumuhnya lingkungan sekitarnya.
Selain keberadaan Pasar Sehat Cileunyi (PSC) yang memprihatinkan dan menumpuknya gunungan sampah, PKL di dalam pasar dan di depan pasar menambah semrautnya lingkungan.
"Hingga saat ini belum ada tanda proyek revitalasi Pasar Cileunyi dilanjutkan. Selain mangkrak, saya nilai proses pembangunan tak layak menghabiskan Rp 4,5 miliar lebih," kata seorang pedagang ketika ditemui di kiosnya, Selasa (21/7/2026).
Terhentinya proyek revitalisasi Pasar Cileunyi yang mangkrak ini hanya sampai pembangunan rangka-rangka beton untuk kios.
Terlihat di lokasi proyek tak ada kegiatan. Seng-seng yang menutup lokasi proyek berantakan.
Di salah satu seng di lokasi proyek masih terpasang papan proyek. Papan tertulis, proyek anggaran ABPD Kabupaten Bandung tahun anggaran 2025 sebesar Rp 4.616.572.858 dikerjakan oleh CV Sinar Agam Lestari.
Namun dalam papan tersebut tak tertulis kapan dimulai kegiatan proyek dan kapan selesainya. Hal ini jadi sorotan dan dipertanyakan banyak pihak.
"Jika melihat kondisi proyek revitalisasi Pasar Cileunyi saat ini, dari kasat mata dan saya selaku orang bodo menilai tak layak bangunan yang baru segini bisa menghabiskan anggaran Rp 4,5 miliar lebih," kata salah seorang tokoh masyarakat dan sejumlah pedagang Cileunyi.
Menurutnya, meski lahannya menggunakan tanah milik Pemkab Bandung, namun harus ada transparansi terkait penggunaan anggaran Rp 4,5 miliar lebih ini.
"Anggaran proyek revitalisasi Pasar Cileunyi 'kan menggunakan APBD. Ini uang rakyat, pantaskah anggaran Rp 4,5 miliar proyek terhenti dan hasilnya seperti ini. Saya minta dinas terkait cek kondisi proyek saat ini," tandasnya.
Sebelumnya, Kades Cileunyi Wetan, Hari Haryono buka suara menyusul kabar katanya revitalisasi Pasar Cileunyi, selain di lahan Pemkab Bandung, juga di lahan milik desa (MD) Cileunyi Wetan.
"Proyek revitalasasi Pasar Cileunyi di lahan milik Pemkab Bandung tak gunakan lahan MD Cileunyi Wetan," kata Hari.
"Sekali lagi, revitalisasi Pasar Cileunyi tak gunakan lahan MD. Kalau membangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ya benar di lahan MD, bekas Terminal Cileunyi," ujar Hari.
Proyek revitalisasi Pasar Cileunyi di lahan milik Pemkab Bandung dan juga katanya ada lahan milik Desa Cileunyi Wetan ini, dikerjakan pihak ketiga oleh CV Sinar Agam Lestari di pinggir Pasar Sehat Cileunnyi (PSC), pasar yang dikelola swasta PT Biladi Karya Abadi (BKA).
Di lokasi terpasang plang proyek dengan tulisan "Pemerintah Kabupaten Bandung, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung".
Dalam plang tersebut tertulis, kontrak no 602.1/10/KTR/Rev. Psr. Cileunyi/DPUTR/2025, volume 1 paket, nilai kontrak Rp 4.616.572.858, pelaksana CV Sinar Agam Lestari dan tahun anggaran TA APBD 2025.
Terhentinya pembangunan revitalisasi Pasar Cileunyi kini banyak dipertanyakan, baik warga Cileunyi, sejumlah tokoh masyarakat dan para pedagang.
"Sudah beberapa bulan proyek pembangunan Pasar Cileunyi ini terhenti entah apa penyebabnya. Yang saya tahu sudah setahun lah pembangunan dimulai,"kata Wawan (50), seorang pedagang di PSC.
Selain mempertanyakan terhentinya pembangunan revitalasi pasar, ia pun mempertanyakan apakah proyek revitasi sebelumnya pernah dimusyawarahkan dengan banyak pihak terkait.
"Mengapa Pasar Cileunyi Cileunyi harus direvitalisasi ' kan sudah ada Pasar Sehat Cileunyi. Lebih baik lahannya dibangun Masjid Besar Cileunyi saja yang kini sekadar wacana tak ada juntrungnya karena harus membeli lahan Rp 20 miliar ketimbang di area yang sama ada 2 pasar," kata Moch. Ikhsan warga Cileunyi.
Padli, petugas UPTD Pasar Cileunyi ketika ditemui membenarkan jika pembangunan proyek revitalisas Pasar Cileunyi sudah lama terhenti. "Saya tak tahu mengapa terhenti," kata Padli.**
Editor: Yayan Sofyan
