Madrasah Pilar Pendidikan Islam, Hadir dengan Diam-Diam Hingga Terang-Terangan

Foto : Istimewa
Dari Gua Hira inilah Rasulullah Muhammad SAW lalu menyebarkan islam melalui "pesantren" diam-diam, Daar Al Arqam.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
USAI menerima pengangkatan sebagai Rosulullah melalui malaikat Jibril di gua Hira, Nabi Muhammad SAW segera mengembangkan pemahaman tentang Isam, terutama hal yang mendasar yaitu aqidah dan tauhid, kepercayaan terhadap adanya (wujud) Allah pencipta langit dan bumi serta seluruh isinya.
Gerakan Itu awalnya dilakukan secara diam-diam, khawatir tercium kaum kafir Quraisy yang menentang dan memusuhi Rasulullah. Kebetulan ada tempat di bukit Shafa yang agak tersembunyi dari pantauan kaum Quraisy. Tempat Itu berupa rumah (Daar) milik Al Arqom bin Abi Al Arqom.
Al Arqom adalah pemuda berusia 16 tahun yang merelakan rumah warisannya digunakan Rasul sebagai pusat dakwah islamiah yah yang disebut madrasah. Madrasah itu diberi nama Daar al Arqom (rumah Arqom).
Awal kegiatannya dilakukan secara diam-diam menghindari pantauan kaum kafir.Hanya ada tiga sahabat yang sudah menyatakan diri mendukung rasul dan masuk Islam yaitu Abu Bakar dan Usman bin Affan dan Zuhair Awan. Mereka adalah sahabat dan pendukung awal (assabiqunna awalun) .Tentu saja plus sang istri Khadijah binti Khuwalid.
Lalu ada beberapa orang yang datang dan menyatakan masuk Islam di daar Al Arqom. yakni:
- Umar bin Khattab. Awalnya Umar datang dengan emosi dan mau membunuh rasul. Tapi setelah mendengar lantunan ayat-ayat suci lantunan ayat-ayat suci ia malah terenyuh dan luluh, seraya menyatakan masuk Islam.
- Anmar bin Yasir
- Suhaib bin Sinan
- Hamzah bin Abdul Muthalib yang merupakan paman Rasulullah yang gagah berani sehingga dijuluki sebagai singa Allah.
- Mush'ab bin Umair seorang pemuda bangsawan Quraisy yang cerdas. Diam-diam ia datang ke Arqom. Setelah mendengar dakwah Rasulullah ia menyatakan masuk Islam. Konon (wallahu alam) ada sekitar 40 orang yang menyatakan masuk Islam di Daar Arqom.
- Setelah ada Umar bin Khattab yang dikenal tegas dan gagah berani, rasul agak merasa tenang. Hnya tiga tahun dakwah dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi. Selanjutnya mulai tahun ke empat sampai sepuluh dilakukan dengan cara terang-terangan. Sebelum kemudian turun Wahyu untuk hijrah ke Madinah.**