Hutan Lindung Gunung Tangkuban Parahu Kewasan KPH Bandung Utara Terbakar, Pemicunya Manusia

foto

Yayan Sofyan

Petugas masih berusaha memadamkan sisa-sisa api yang membawakan hutan Tangkuban Parahu

LEMBANG, KejakimpolNows.com -- Kebakaran hitan dan lahan (karhutla) melanda hutan lindung di kawasan Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Titik kebakaran berada tepat di Kawasan hutan petak 60.O.

Yang terbakar adalah pohon jenis tanaman pinus tahun tanam 1967 RPH Cisarua BKPH Lembang KPH Bandung Utara. Atau masuk wilayah administratif Desa Cikahuripan Kecamatan Lembang, KBB.

Kebakaran tersebut yang terjadi Sabtu (17/10/2026) siang sekitar pukul 12.30 WIB, aparat gabungan terus melakukan pamantauan dan antisipasi, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan informasi, dan juga videonya viral di media sosial, titik kebakaran tidak jauh dari Benteng Cikahuripan dan berjarak sekitar 500 meter dari kawasan Nyawang Bandung.

Proses pemadaman langsung dilakukan oleh petugas gabungan. Api sempat melahap seluas lebih kurag 100 hektare tanaman pinus tahun tanam 1967, hingga akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WIB.

Humas Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara, Endan Cahyadi mengatakan, petugas telah berhasil memadamkan api di lokasi tersebut setelah berjuang beberapa jam.

“Sabtu petang api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan yang terjun ke lokasi,” katanya Senin (19/10/2026).

Menurut Endan, kebakaran di petak 60 diduga berkaitan dengan peristiwa kebakaran sebelumnya yang terjadi di petak 14 pada Jumat (16/10/2026).

Bara api, kata Endan, diduga yang masih tersisa dari kebakaran terdahulu kembali memicu munculnya api hingga merembet ke kawasan lain. Termasuk ada faktor aktivitas manusia yang menjadi pemicunya.

“Ada kemungkinan bara dari kejadian sebelumnya belum sepenuhnya padam, kemudian memicu kebakaran baru di petak 60, apalagi kondisi angin juga berhembus cukup kencang saat kejadian," ungkap Endan

Pihakmya kemudian melakukan upaya penyisiran untuk meyakinkan tidak ada titik api lagi yang bisa memicu kebakaran susulan. Dalkarhutla bersama jajaran BKPH Lembang dan anggota Polhut tetap siaga di lokasi kejadian.

Adapun unsur yang terlibat seperti dari Asper, KRPH Cisarua, KRPH Cikole, Danru dan Anggota Polhutan, Mandor, Danramil Lembang, Ketua koperasi Safari hutan beserta anggota, dan warga masyarakat Kampung Pojok Girang.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di KBB menjadi ancaman terutama di saat musim kemarau seperti saat ini. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB hingga awal September 2026, karhutla telah melanda 12 dari total 16 kecamatan di wilayah tersebut.

Itu artinya, sekitar 75 persen kecamatan di Bandung Barat tercatat terdampak kebakaran. Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 197.205 meter persegi atau hampir 19,72 hektare. Sebaran kebakaran mencakup 70 desa di 12 kecamatan.

"Tingkat risiko karhutla di Bandung Barat secara umum masuk kategori sedang. Tingkat bahaya dan kerentanan di setiap wilayah tidak sama, namun Kecamatan Cipongkor termasuk daerah yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi karena tingkat risikonya berada pada kategori tinggi,” kata Kepala Pelaksana BPBD KBB, Rega Wiguna.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Diduga 'Microsleep', Honda Brio yang Dikemudikan Remaja Wanita Tabrak Pohon di Jln.A.H Nasution Arcamanik
Cegah Influenza A Mewabah, Jangan Panik Dinkes Kota Bandung Ajak Warga PHBS
Sobirin Nelayan Cianjur Hilang, Perahunya Ditemukan Terombang-ambing di Laut
Mulyana Tukang Bakso Korban Ledakan Kompor Dirawat di RSUD Ujungberung, Warga Rame-Rame Berderma
Ritual "Dukun" Thailand di SU GBK Saat Final FIFA ASEAN Cup 2026 Tak Mempan Hadapi Daya Juang Timnas Garuda