Mobil Dalmas Dibakar di Cikapayang, Belasan Polisi Terluka, Kapolrestabes Bandung Siap Usut Pelakunya

foto

Foto : Istimewa

Mobil Dalmas pengangkut personel polisi dilempoari bom molotof hingga terbakar, belasan polisi terluka.

BANDUNG, KejakimpolNews.com - Unjuk rasa dalam peringatan 2 tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran di Bandung, Selasa (20/10/2026) kemarin, stak hanya diwarnai vandalisme dan bakar-membakar di sejumlah titik, juga ada pembakaran mobil Pengendalian Massa (Dalmas).

Usaui demi massa mahasiswa yang sebagian besar sudah pulang, namun masih ada yang bertahan. Massa yang kebanyakan berpakaian hitan ini memiliuh bertahan di Jalan Ir,Haji Djuanda (Dago) Cikapayang.

Lewat magrib, massa mulai beringas ketika mobil Dalmas yang penuh dengan personel p;olisi ini hendak putar arah, massa yang sebagian besar berpakaian hitam ini menyerang,

Ada yang melempar dengan batu dan ada pula yang menggunakan bom molotov, hingga menimbulkan kobaran apoi di bak truk. Sejumlah polisi yang ada di dalamnya berhamburan keluar bahkan ada yang terluka akibat lemparan benda keras dari massa yang beringas.

Sebanyak 11 polisi dilaporkan terluka akibat kekerasan saat demonstrasi. Pemkot menyerahkan penyidikan kepada kepolisian dan berkoordinasi menjaga kondusivitas, sementara aktivitas sosial-ekonomi tetap berjalan.

Wali Kota menyesalkan kejadian ini, dan pihaknya akan mengambil pendekatan kemanusiaan agar eskalasi kekerasan tidak semakin meluas. Sementara proses penyelidikan terhadap kejadian tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian.

Aksi kekerasan di Cikapayang inipun terekam dan video viral di medsos. Tampak, awalnya mobil ini tengah melintas di perempatan jalan Ir.Haji Djuanda, tapi tiba-tiba sekelompok masa mendorong waterbarrier untuk menghentikan kendaraan tersebut. Mobil Dalmas kemudian mencoba menghindar dan memutar balik.

Nahas ketika kendaraan belum sempurna untuk memutar balik sekelompok massa yang menghadang langsung melemparkan berbagai barang dan menyerang mobil tersebut yang berisi sejumlah aparat polisi.

"Tiba-tiba diserang oleh rombongan, kemudian dengan melempari batu. Melempari batu, kemudian melempari kembang api dan petasan, sama bom molotov," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Dedi Supriyadi.

Dedi Supriyadi mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki insiden tersebut untuk mengidentifikasi dan mengungkap identitas para terduga pelaku.

“Intinya kasus ini akan kita lidik secara saintifik dan investigasi,” kata Dedi
Menurut Dedi, anggota yang terluka sudah diobati di rumah sakit, sudah mendapat penanganan medis,” kata Dedi.

Dalam video yang beredar, sejumlah orang berpakaian hitam terlihat menyerang kendaraan polisi tersebut. Api tampak membakar beberapa bagian truk Dalmas serta pembatas jalan berupa water barrier.

Insiden tersebut menjadi perhatian setelah kendaraan polisi diserang menggunakan berbagai benda, termasuk benda yang diduga bom molotov. Namun, identitas para pelaku dan motif penyerangan masih dalam penyelidikan kepolisian.

Truk yang menjadi sasaran serangan dan massa sudah tidak terlihat di lokasi, sementara arus lalu lintas mulai kembali lancar.

Polrestabes Bandung masih mendalami kejadian tersebut untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dan memastikan rangkaian peristiwa penyerangan.Situasi di persimpangan Jalan Ir. H. Djuanda-Sulanjana berangsur kondusif pasca penyerangan truk Dalmas polisi, Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 23.30 WIB. Enam belas polisi dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi memastikan kondisi di lokasi kejadian telah kondusif. Kendati begitu, pihaknya tetap bersiaga guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Situasi sudah kondusif. Namun kita tetap menempatkan anggota untuk memastikan Kamtibmas," ucapnya.

Selain itu, dia menyebut terdapat enam belas anggota polisi yang terluka akibat penyerangan truk Dalmas. Ia menyebut mereka yang terluka kini telah mendapatkan perawatan medis.

Mereka yang mengalami luka berat seperti dislokasi hingga luka sobek yaitu Bripda E , Aipda YS, Bripda YIM, dan Bripka AH.

Sementara petugas polisi yang mengalami luka ringan Bripka RA, Bripka IA, Aipda FA, Aipda AR, Bripka AG, Bripda F, Bripda AF, Bripda RF, Bripda AF, Bripda FA, Bripda AA, dan Bripda EF.

"Ada 16 anggota kita yang terluka, baik luka ringan ataupun luka berat. Mereka sudah dibawa ke rumah sakit," sebutnya.

Dedi menuturkan, sebelum kejadian kejadian, kendaraan tersebut tengah berpatroli. Namun setibanya di TKP, mobil tersebut tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang.
Menurut Dedi, pihaknya masih mendalami kejadian tersebut. Penyelidikan tengah dilakukan, termasuk mencari terduga pelaku penyerangan mobil Dalmas.

"Kasus ini akan kita selidiki secara saintifik dan investigasi," ucapnya.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Mulyana Tukang Bakso Korban Ledakan Kompor Dirawat di RSUD Ujungberung, Warga Rame-Rame Berderma
Sudah 4 Bulan 4 Ekor Monyet Liar Berkeliaran Mengganggu Warga Cileunyi Kulon
Soleh Tewas Tersengat Listrik Saat Memasang Tiang PJU di Sumedang, Lima Temannya Dilarikan Ke Rumah Sakit
Tiga Pria Bergelimpangan di Kontrakan Lembang dengan Mulut Berbusa, 2 Tewas 1 Kritis
Ritual "Dukun" Thailand di SU GBK Saat Final FIFA ASEAN Cup 2026 Tak Mempan Hadapi Daya Juang Timnas Garuda