Limbah Kopi dan Jagung di Garut Diolah Jadi Biochar, Dorong Pertanian Berkelanjutan

Yayan Sofyan
Limbah pertanian yang selama ini menumpuk di sejumlah wilayah Kabupaten Garut kini mulai diolah menjadi produk bernilai guna.
GARUT, KejakimpolNews.com – Limbah pertanian yang selama ini menumpuk di sejumlah wilayah Kabupaten Garut kini mulai diolah menjadi produk bernilai guna.
Kulit kopi dan tongkol jagung dimanfaatkan menjadi biochar atau pembenah tanah untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Program pemberdayaan masyarakat yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tersebut melibatkan tim dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Garut (Uniga).
Program ini diketuai dosen Fakultas Pertanian Unpad, Ahmad Choibar Tridakusumah, bersama Dirga Sapta Sara dan Rani Andriani. Kolaborasi juga melibatkan dosen Fakultas Pertanian Uniga, Tintin Febrianti.
Ketua Kelompok Tani Kopi Desa Babakanloa, Kecamatan Pangatikan, Dede Supriatna, mengatakan program tersebut memberi manfaat langsung bagi petani. Limbah sisa panen kopi dan jagung yang sebelumnya menumpuk kini dapat diolah menjadi biochar.
“Alhamdulillah, limbah yang tadinya menumpuk sekarang bisa kami olah menjadi biochar pembenah tanah yang sangat bermanfaat bagi anggota kelompok kami,” ujarnya.
Biochar hasil pengolahan mulai diuji coba di lahan pertanian anggota kelompok tani di Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening. Pemanfaatannya diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah, menjaga retensi air, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia secara bertahap.
Program ini juga menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. Mahasiswa dari berbagai jenjang dan disiplin ilmu turut dilibatkan dalam kegiatan lapangan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menyelesaikan persoalan pertanian.
Pemanfaatan limbah kopi dan jagung menjadi biochar di Pangatikan dan Sukawening diharapkan dapat berkembang menjadi model pertanian sirkular yang adaptif dan mandiri di Jawa Barat.**
Author: One
Editor: Maman Suparman