Waduh, Volume Gunungan Sampah di Pasar Sehat Cileunyi Sekitar 700 Ton

Yayan Sofyan
Sampah di Pasar Sehat Cileunyi.
CILEUNYI, KajakimpolNews.com - Setelah dilakukan opsih sejak Selasa (19/8/2025) lalu, ada sekitar 700 ton volume sampah yang menggunung di Pasar Sehat Cileunyi (PSC) yang telah ditarik dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Demikian dikatakan Kepala UPTD Kebersihan Bandung Timur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Rana Sutrisna ketika dikonfirmasi terkait gerakan opsih untuk membersihkan gunungan sampah di PSC.
"Sejak opsih mulali Selasa (19/8/2025) lalu hingga Minggu (24/8/2025) hari ini, volume gunungan sampah di PSC yang telah dirarik sekitar 700 ton," kata Rana, Minggu (24/8/2025).
Menurut Rana, total volume 700 ton sampah di PSC yang telah ditarik dengan menurunkan 1 unit alat berat setelah dihitung dengan 20 ritase truk tronton dan setiap 1 truk tronton memuat sekitar 35 ton sampah.
"Saat ini, tumpukan dan gunungan sampah di sejumlah titik di PSC sudah dikeruk, ditarik dan dibuang ke TPAS Sarimukti," ungkap Rana.
Terkait persoalan sampah di PSC dan pelaksanaan opsih, Rana mengaku prihatin kondisinya terus terulang dan menemukan solusi tepat serta efektif.
"Sesuai instruksi pimpinan, setelah kegiatan opsih sampah di PSC pihak terkait seperti pengelola PSC, peguyuban pedagang, kecamatan, desa dan RW terdekat secepatnya harus segera koordiansi dan urun rembuk untuk menanganinya bersama," ujar Rana.
Selain itu, kata Rana, pihaknya akan menekan pengelola PSC agar memindahkan TPS ke lokasi yang lebih aman karena TPS yang ada di belakang PCS tanahnya ambles dan harus membangun TPS di satu titik saja.
"Pengawasan pembuangan sampah liar harus ketat sehingga tak ada lagi sampah di ttk yang lain. Penarikan reguler mengalami kesulitan karna banyaknya sampah di sejumlah titik," ujarnya.
"Terkait pembayaran retribusi sampah, pihak UPT tak bersifat pembayaran plet tapi sesuai penarikan fuktuatif/rit," tutup Rana
Diberitakan, ratusan ton gunungan sampah di sejumlah titik di Pasar Sehat Cileunyi (PSC), Desa Cileunyiwetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung akhirnya
ditarik melalui gerakan opsih, Selasa (19/8/2025).
Gerakan opsih gunungan sampah tersebut atas koordinasi dan kerja sama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, pengelola PSC dan paguyuban pedagang menurunkan 1 unit alat berat untuk mengeruk sampah. Termasuk 3 truk tronton untuk menarik sampah.
"Betul, gunungan sampah hari ini mulai diopsihkan dengan menurunkan 1 unit alat berat dan 3 unit truk tronton untuk mengangkut sampah,"kata Kepala UPTD Kebersihan Bandung Timur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Rana Sutrisna.
Menurut Rana, opsih gunungan di PSC ini belum bisa dipastikan berapa hari akan selesai karena sangat menumpuk dan menggunungnya sampah.
Rana mengaku prihatin melihat kondisi sampah di PSC yang persoalannya terus berulang.
"Mengapa gunungan sampah di PSC yang disorot dan disalahkan DLH. Kemana pengelola PSC, kemana kecamatan, kemana desa dan kemana RW setempat,"keluhRana.
Memang berdasarkan pantauan belum lama ini, kondisinya PSC kini kian parah. Sebab gunungan sampah diguyur hujan lebat mengakibatkan banjir karena saluran air tersumbat sampah.
Dampak lainnya, karena gunungan sampah dihuyur hujan, baunya sangat menyengat yang dipenuhi lalat.
Menumpuk dan menggunungnya sampah di PSC, siapa gerangan yang patut disalahkan? Apakah pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung yang tak rutin menariknya, atau pengelola PSC tak beres membayar retribusi sampah ke DLH atau banyak orang luar (bukan pedagang) kerap membuang sampah ke PSC.
Sebenarnya pedagang di PSC tiap hari ditarik pungutan baik oleh pengurus paguyuban pedagang ataupun pengelola PSC. Pungutan, selain untuk keamanan, juga untuk retribusi sampah.
"Ya, kami para pedagang di PSC tiap hari dirarik uang untuk keamanan dan retribusi sampah. Yang bayar retribusi sampah ke DLH ya pengelola. Tapi mengapa sampah penggunung," kata sejumlah pedagang.
Arman, dari PT Biladi Karya Abadi (BKA), pengelola PSC ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tiap bulan rutin membayar retribusi sampah ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung.
"Kita rutin tiap bulan membayar retribusi sampah ke DLH Kabupaten Bandung dan ada buktinya. Soal opsih sampah akan segera dilaksanakan," kata Arman.**
Author: Yayan Sofyan
Editor: Yayan Sofyan