Ketika Menteri "Cowboy" Dicopot

Foto : Istimewa
Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
UMMU Falah (bukan Fayah atau Farah) minta tanggapan saya soal dicopotnya Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, padahal menurut pendapat sejumlah orang dari pakar hingga ilmuwan, dan juga saya serta sejumlah teman di Grup WashApp Itu, yang bersangkutan kinerjanya cukup bagus.
Saya jadi teringat Babe Ujang teman sejak dulu yang sama-sama wartawan dari Harian Mandala yang bertugas di Tasikmalaya. Dia itu dulu namanya Ujang Barmana Yudiarto, tapi suatu hari tiba-tiba dia menghilang, entah kemana,
Belakangan saya tahu, ternyata dia pergi ke Yogyakarta. Dan beralih menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan profesi guru. Babe Ujang pun menikah dengan gadis Jawa (Yogyakarta) dan di sana ia beranak pinak. Bahkan sampai pensiun terus menetap di Kota Gudeg.
Dalam statusnya akhir-akhir ini namanya tertulis Babe Ujang. Tidak tahu atas petunjuk dukun mana. Ketika Purbaya diangkat Prabowo jadi Menkeu setahun yang lalu BU (Babe Ujang) bilang itu mah cuma drama kang. Purbaya itu cuma kuda, bidak dalam permainan catur. Memindahkannya harus memenuhi bentuk letter L, tidak lurus seperti pion atau raja yang dipindah cuma selangkah jika kena skak.
Tanggal 14 September itu Purbaya sedang rapat RAPBN bersama para senator yang duduk di Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Saat rapat berlangsung tiba-tiba teleponnya berdering. Ia baru mengangkat telepon setelah diingatkan Ketua Banggar DPR.
Tanpa ngomong apa-apa, ia bergegas pamit ke luar ruangan. Di luar di hadapan awak media ia masih bisa tersenyum sambil cuma bilang takdir dari Allah. dijemput kata yang tidak dipahami awak media.
Belakangan diketahui telepon tadi dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo, ia mengabarkan bahwa Purbaya segera diganti sebagai menteri keuangan. Meski secara manusiawi tentu saja ia kaget, tapi ia berusaha tegar.
Kemarin sehari pascadicopot ia tampak sendirian sedang mancing di kolam yang ada di belakang rumahnya. Sambil ketawa-ketawa ia bilang akan ambil pensiun. Jadi pejabat negara Itu ribet teriaknya.
Ketua Program Doktoral Universitas Islam Indonesia (UII) Jayadi Hanan berasumsi, ada beberapa faktor yang mendorong Presiden Prabowo mengambil langkah mendadak yang mengejutkan banyak pihak.
Purbaya itu terlalu banyak membuat gebrakan yang kontroversi. Misalnya akan mengurangi anggaran kementerian dan badan. Di internal Kementerian Keuangan ia juga membuat gaduh.
Tanggal 10 September ia memutasi banyak pegawai termasuk di tubuh Ditjen Pajak dan Bea Cukai. Ia juga mengungkap janji Danantara yang akan menyetor PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak). sebesar Rp 120 triliun yang hingga saat ini belum direalisasi.
Berikutnya adalah konflik dengan daerah terutama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait Dana Bagi Hasil (DBH) yang cuma omon doang. Yang terakhir dan ini yang sangat mungkin menjadi pemicu Presiden Prsbowo Subianto mengambil langkah mendadak, mencopot Menteri Cowboy Senin 14 September ini.
Wallahu alam, cuma presiden Prabowo dan Allah yang Mahatahu.**