Kasus PT BDS, Banjir dan Gunungan Sampah Kado "Terindah" Hari Jadi ke-385 Kab. Bandung

Yayan Sofyan
Banjir masih menjadi langganan Kabupaten Bandung salah satunya di Sapan, Bojongsoang.
CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Hari ini, Senin (20/4/2026), Kabupaten Bandung memperingati hari jadinya ke-385 tahun yang nyaris usianya sudah 4 abad.
Terkait hari jadi ke-385 tahun Kabupaten Bandung ini, viral di media sosial jika pengungkapan kasus PT Bandung Daya Sentosa (BDS) oleh Kejari Bale Bandung yang merupakan BUMD Kabupaten Bandung, bencana banjir dan persoalan sampah kado "terindah" di hari jadi Kabupaten Bandung ini.
Seperti diketahui, Bale Bandung (Kabupaten Bandung) secara resmi menahan Yanuar Budinorman, Direktur PT Bandung Daya Sentosa, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung, Selasa (14/4/2026).
Penahanan Yanuar ini terkait dugaan penipuan dan penggelapan (tipu gelap) oleh PT BDS dalam kasus pengadaan ayam potong boneless Rp100 miliar lebih, pada 2024 lalu.
Sementara banjir yang menerjang sebaguan wilayah Kabupaten Bandung, ribuan rumah terendam, puluhan di antaranya rusak dan 2 warga tewas terseret aliran sungai akibat banjir.
Bahkan hingga Senin (20/4/2026) banjir terus merendam di sejumlah titik, di antaranya, kawasan Sapan Bojongsoang dan Dayeuhkolot masih terendam banjir meski berangsur surut.
Terkait sampah, di hampir seluruh wilayah Kabupaten Bandung, termasuk di Kecamatan Cileunyi kian parah sebab tumpukan dan gunungan sampah masih belum terangkut. Penyebabnya, ada pembatasan kuota ritase ke TPAS Sarimukti.
Wajar sosmed bersuara
Menanggapi viralnya kasus PT BDS, banjir dan sampah kado "istimewa" hari jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Yudistira, pemerhati pelayanan publik dan sosial Kabupaten Bandung buka suara.
Menurut Yudistira, pentolan Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) Kabupaten Bandung ini, masyarakat yang bersuara di medsos wajar dan biasa masyarakat menyampaikan pandangan atau aspirasi bahwa kasus PT BDS, bencana alam (banjir) dan persoalan sampah merupakan hadiah atau kado terindah di hari jadi ke-385 Kabupaten Bandung.
"Ini luapan isi hati dan pikiran masyarakat, karena mereka tidak bisa langsung menyampaikan kepada pemangku kebijakan. Ya, sosmed salah satu media bagi masyarakat untuk menyampaikan isi pikirannya mereka," ungkap Yudistira.
Masalah sampah, kata Yudistira, menjadi utama karena jika dibiarkan menumpuk dan menggunung bisa menyebabkan pencemaran lingkungan, jadi sarang penyakit dan merusak estetika lingkungan.
"Memang kasus PT BDS, bencana banjir dan sampah di Kabupaten Bandung saat ini jadi sorotan publik tepat di detik-detik hari jadi ke-385 Kabupaten Bandung. Selamat hari jadi ke-385 Kabupaten Bandung, semoga jadi renungan dan introspeksi bagi banyak pihak penduduk," ungkap Yudistira.
Momentum refleksi
Riki Ganesa, anggota DPRD Kabupaten Bandung Riki Ganesa pun bersuara terkait usia Kabupaten Bandung yang nyaris 4 abad ini.
Riki mengatakan, hari jadi ke-385 Kabupaten Bandung hari ini menjadi momentum untuk refleksi bagi banyak pihak.
"Ya, refleksi ini penting guna mengupayakan Kabupaten Bandung yang lebih baik, lebih bedas, dan lebih sejahtera lagi ke depannya. Termasuk bisa lebih memaksimalkan fungsi pelayanan terhadap masyarakat Kabupaten Bandung," ujarnya.
Politisi Partai Golkar dari dapil 3 ini mengaku bukan sesuatu yang mudah menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat ditengah isu tekanan fiskal, ekologi hingga lingkungan.
"Kita meminta warga Kabupaten Bandung bersabar dan berikan kesempatan pemerintah sekarang bekerja,"ujarnya.
"Memang kami sedang mengupayakan terkait keuangan daerah. Menuntut keberanian dari pemangku kebijakan untuk melakukan reposisi prioritas anggaran. Anggaran-anggaran prioritas yang memang bisa memberikan solusi terkait isu-isu yang tadi yakni lingkungan, infrastruktur, kemudian ekonomi," tuturnya
Anggota Komisi A berharap di usianya yang ke-385, Kabupaten Bandung tak hanya bertumbuh secara angka namun juga ekologis. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah mengelola sumber daya alam secara bijak, beradaptasi dengan perubahan ekosistem, serta menerapkan instrumen hijau untuk menyeimbangkan pembangunan dan perlindungan lingkungan.
"Secara kebijakan terkait ekologis juga perlu ditingkatkan ataupun dimaksimalkan untuk berbenah. Program-program yang berkelanjutan dan berkesinambungan dalam upaya mengatasi isu bencana ekologis tersebut," terangnya.
Riki pun menyinggung drainase yang makin mengecil menjadi salah satu faktor penyebab banjir di wilayah Kabupaten Bandung. Maka itu, pihaknya mendorong program perbaikan drainase menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Bandung.
Pihaknya, sambung Riki, pihaknya terus mendorong upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Bahkan pemerintah daerah kini terus membangun pola pentahelix yang bekerja sama dengan pihak-pihak swasta atau sekolah terkait untuk mengatasi hal tersebut
"Terkait alih fungsi lahan, kita mendesak agar Pemkab Bandung dan instansi terkait melakukan pengawasan yang ketat. Penegakan aturan alih fungsi lahan harus dimaksimalkan, disesuaikan dengan apa yang menjadi rencana tata ruang kewilayahan," pungkas Riki.
Empati Bupati KDS
Sementara itu, di tengah kondisi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang menerjang belasan kecamatan rawan bencana belakangan ini, Bupati Bandung Dadang Supriatna memutuskan agar peringatan hari jadi ke-385 Kabupaten lebih disederhanakan lagi.
Menurut Bupati Bandung, cukup dengan mengadakan upacara bendera saja dan sidang paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bandung. Bahkan rencananya akan menggelar pertunjukan wayang golek pun dibatalkan, diganti dengan acara doa bersama istighosah.
"Jadi, hari Senin tanggal 20 April 2026 itu memperingati hari jadi cukup upacara dan rapat paripurna saja. Tidak ada karnaval dan tidak ada pagelaran wayang. Pada bada maghrib-nya diganti istighosah akbar secara hibryd," kata bupati, Sabtu (18/4/2026).
Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) mengatakan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan pesta rakyat, karnaval dan kemeriahan acara, peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung tahun ini sengaja dilaksanakan secara sederhana dan dalam bentuk kegiatan yang mengedepankan empati bagi warga terdampak bencana.
"Setelah kemarin kita putuskan untuk mengalihkan anggaran Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 untuk penanganan bencana banjir, dengan hormat kami pun tidak menerima ucapan Selamat Jadi Kabupaten Bandung dalam bentuk karangan bunga," imbuh KDS.
Sebagai alternatif gantinya, pihaknya akan sangat mengapresiasi apabila ucapan selamat hari jadi itu disampaikan dalam bentuk bibit pohon buah-buahan atau tanaman keras.
"Selain lebih bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat, penanaman pohon juga memberikan kontribusi nyata dalam menghasilkan oksigen, serta menjadi amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir bagi para pemberi," ujar KDS.
Pihaknya sengaja mengubah rangkaian peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung dengan aksi simpatik.
"Mengingat kondisi saat ini di mana daerah kita sedang dikepung bencana, rasanya tidak tepat jika kita merayakan dengan kemeriahan yang berlebihan. Justru, energi dan sumber daya kita fokuskan untuk pemulihan dan pencegahan bencana," tukasnya.**
Editor: Yayan Sofyan