Ketika Ketua RT/RW Lelah Tak Sebanding dengan Upah, Niatkan Saja Ibadah

Yayan Sofyan
Kadus III, Entis Sutisna mengukuhkan, sekaligus menyerahkan SK kepada Mohammad Iswanto, Ketua RT 02 RW 21, Desa Cinunuk
CILEUNYI, KejakimpolNews.com-Menjadi Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) pada hakikatnya adalah bentuk ibadah sosial (muamalah). Tugas utamanya meliputi membantu pelayanan masyarakat, menggerakkan kerukunan, dan menyelesaikan masalah warga. Dilakukan dengan ikhlas dan amanah, pengabdian ini bernilai pahala setara dengan amal kebaikan lainnya.
Namun, di lapangan jabatan ketua RT/RW kerap dipandang sebelah mata oleh sejumlah pihak padahal aturan pemilihan Ketua RT/ RW secara nasional mengacu pada Permendagri Nomor 18 Tahun 2018, namun petunjuk teknis pelaksanaan dan detail mekanismenya diatur secara spesifik melalui Peraturan Walikota (Perwali) atau Peraturan Bupati (Perbup). Meski ada yang dipilih secara musyawarah mupakat, namun umumnya Ketua RT/RW dipilih warganya layaknya pilpres, pilkades dan pileg.
Tapi jangan heran jika keberadaan Ketua RT/RW yang terlihat lelah ini tak sebanding dengan upah. Bahkan ketua RT/RW yang katanya unjung tombak kerap dipelesetkan jadi "ujung tombok" dengan tugas menangani persoalan sosial, termasuk kamtibmas hingga urusan "sajadah" dan "haram jadah".
Di Kabupaten Bandung saja, upah atau insentif RT/RW saat ini tercatat, Ketua RT Rp 250.000/bulan dan Ketua RW Rp 300.000/bulan meski di sejumlah daerah di Jabar ada yang lebih. Jelas ini tak sebanding dengan kiprah Ketua RT/RW.
Itulah gambaran atau ungkapan yang terekam saat pelaksanaan pengukuhan atau penyerahan SK Ketua RT 02, Kompleks Griya Bukit Manglayang RW 21 (GBM 21), Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung yang baru periode 2026-2031, Sabtu (13/6/2026).
Niatkan ibadah
Pengukuhan, sekaligus penyerahan SK Ketua RT 02 GBM 21 yang baru kepada Mohammad Iswanto ini, di Taman Tahfidz Quran (TTQ) GBM 21. Hadir, Entis Sutisna, Kasus III mewakili Kades Cinunuk, Edi Juarsa, Kasipem Desa Cinunuk, Dadan Kardana dan Ketua RW 21, Asep Hidayat serta seluruh warga RT 02.
Usai menyerahkan SK Ketua RT O2 kepada Mohammad Iswanto, Entis Sutisna dalam sambutannya mengakui jika kiprah ketua RT yang lelah tak sebanding dengan upah yang diterima.
"Jujur, kiprah ketua RT yang lelah tak sebanding dengan upah. Tapi niatkanlah, jadi ketua RT itu ibadah. Termasuk Pak Mohammad Iswanto yang terpilih jadi Ketua RT 02,"kata Entis Sutisna.
Pihaknya, kata Entis Sutisna, menyakini pribadinya Mohammad Iswanto menolak dipilih jadi Ketua RT. Namun akhirnya menerima amanah ini karena didukung warga RT 02.
"Insya Allah Pak Mohammad Iswanto menerima amanah ini yang terpilih jadi Ketua RT dengan niat ibabah apalagi sebelumnya, Pak Mohammad Iswanto pernah menduduki kursi ketua RT," ungkap Entis.
Diungkap Entis Sutisna, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. "Prinsip ini mengajarkan kepada kita bahwa kemuliaan seseorang diukur dari seberapa besar kebaikan dan kegunaan yang dihadirkan untuk sesama. Termasuk jadi Ketua RT," imbuh Entis Sutisna.
Entis pun mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama Ketua RT 02, almarhum Sutrisno yang hampir 3 periode menjabat Ketua RT 02.
"Kami dari Pemdes Cinunuk terima kasih dan apresiasi atas kiprah Alm. Pak Sutrisno semoga darma bakti dan ibadahnya diterima disiNya," pungkas Entis.
Sementara itu, Mohammad Iswanto yang resmi telah menerima SK Ketua RT dalam sambutannya meminta doa, sekaligus mohon dukungan dari warga RT 02, umumnya RW 21.
"Ya, saya menerima amanah jadi Ketua RT 02 ini. Berharap kepada warga RT 02 khususnya, saya minta doa dan dukungannya agar warga RT tetap kompak dan silaturakhmi tetap terjaga.
Diketahui, Mohammad Iswanto ini terpilih jadi Ketua RT 02 menggantikan pejabat lama Sutrisno yang meninggal. Alm Sutrisno hampir 3 periode menjabat Ketua RT 02 GBM 21 meninggal 40 hari lalu karena sakit.**
Editor:Yayan Sofyan