Bupati Kuningan Beraudiensi dengan Stafsus Kemenaker Bahas Strategi Penyerapan Naker Lokal

Foto: Whyr
Bupati Kuningan audiensi dengan staf khusus Menteri Ketenagakerjaan dan Kepala BBPVP Bandung di Ruang Kerja Bupati Kuningan
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja.
Langkah tersebut dilakukan dengan menjalin sinergi bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.
Demikian dikemukakan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, saat menerima audiensi Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Si., bersama Kepala BBPVP Bandung, Dr. Reni Mutmainah Rosidah, M.Kes., dan Kepala Disnskertrans Kuningan Dr.H.Toto Toharudin di Ruang Kerja Bupati Kuningan, Jl.Ir. Soekarno. Sabtu (13/6/2026).
Dalam audiensi tersebut Bupati Dian berdiskusi bersama Prof. Dr. Sukro Muhab dan Dr. Reni Mutmainah. Dalam pertemuan ini dibahas sejumlah program kolaboratif. Langkah strategis ini memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
“Pelatihan vokasi kata Bupati Dian, harus mampu menjawab kebutuhan pasar kerja saat ini sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dan siap bersaing,”.
Peningkatan produktivitas tenaga kerja juga menjadi perhatian utama guna mendorong daya saing daerah di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif. Di sisi lain, pengembangan wirausaha muda diharapkan dapat melahirkan pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjut Bupati Dian, siap menyelaraskan berbagai program pembangunan ketenagakerjaan dengan kebijakan dan program yang dijalankan Kemnaker RI maupun BBPVP Bandung.
“Hadirnya pendampingan profesional dan program vokasi yang tepat sasaran, kami optimistis angka pengangguran dapat ditekan, produktivitas masyarakat meningkat, serta lahir generasi pekerja dan wirausahawan yang mandiri serta berdaya saing,” jelasnya.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman