Update Covid-19 di Jabar
Zona Merah Tinggal Depok dan Karawang

Humas Pemprov.Jabar
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum
BANDUNG, kejakimpolnews.com. Provinsi Jawa Barat minggu ini masih menyisakan dua daerah yang masih berada di zona merah atau di level kewaspadaan risiko tinggi penularan Covid-19.
Kedua daerah tersebut adalah kota Depok dan Kabupaten Karawang. Itu artinya ada penurunan dibanding pekan sebelumnya.
"Pekan lalu ada delapan daerah berstatus Zona merah atau risiko tinggi, pekan ini menurun menjadi dua daerah yaitu Kota Depok dan Kabupaten Karawang," kata Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum usai memimpin Rapat Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah, di Mapolda Jabar, Selasa (22/12).
Diketahui, kedelapan wilayah yang pekan lalu masuk zona merah Covid-19 di Jabar yaitu, Kabupaten Bekasi, Majalengka, Garut, Bandung Barat, Karawang, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kota Depok.
Kang Uu menyebut pekan ini ada lima daerah berstatus zona kuning atau risiko rendah, yaitu Kabupaten Pangandaran, Cianjur, Tasikmalaya, Indramayu, dan Subang.
Sedangkan, 20 daerah lainnya masuk Zona Oranye atau risiko sedang. "Ada rasa syukur Alhamdulillah, dari delapan zona resiko tinggi sekarang tinggal dua yaitu Kabupaten Karawang dan Kota Depok," ucapnya.
Kang Uu menyatakan, kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) amat penting dalam mencegah penularan Covid-19. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat Jabar untuk konsisten menerapkan prokes sambil menunggu vaksin Covid-19.
"Diharapkan kesabaran masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan sambil menunggu vaksin datang," katanya.
Selain itu, kata Kang Uu, pihaknya intens memperkuat ruang isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 dan pusat isolasi nonrumah sakit. Saat ini, sejumlah gedung pun disiapkan dan dilengkapi fasilitasnya untuk menjadi pusat isolasi.
"Alhamdulillah ada progres peralatan alat kesehatan, tempat tidur, sudah ada yang siap digunakan dalam waktu dekat," ujarnya.
Wagub Jabar itu pun melaporkan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jabar mengalami peningkatan menjadi 82,46 persen. Sedangkan tingkat kematian terus menurun menjadi 1,47 persen. **
Editor: Dede Suryana