10 Kabupaten dan Kota di Jabar Siap Terbentuk?, Kabupaten Bandung Timur Masih "Gigit Jari"

Foto : Istimewa
Daerah pemekaran kabupaten/kota baru di Priangan Timur
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Kabupaten Cirebon Timur saat ini dinyatakan sebagai Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) atau kabupaten dan kota baru di Jabar dan disetujui Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Disetujuinya Cirebon Timur sebagai CDPOB di Jabar yang sudah lama diwacanakan ini, menyusul digelarnya paripurna DPRD Jabar, Rabu (10/9/2026).
Dengan disetujuinya Cirebon Timur dan telah diusulkan ke pemerintah pusat, saat ini sudah 10 CDPOB di Jabar menunggu "lampu hijau" dari pemerintah pusat untuk segera terbentuk.
Ke-10 CDPOB yang siap terbentuk tersebut, yakni Cirebon Timur, Kabupaten Sukabumi Utara, Kabupaten Bogor Barat, Kabupaten Garut Selatan, Kabupaten Indramayu Barat, Kabupaten Bogor Timur, Kabupaten Cianjur Selatan, Kabupaten Tasikmalaya Selatan, dan Kabupaten Subang Utara.
Terkait 10 CDPOB di Jabar yang telah disetujui dan diusulkan ke pemerintah pusat, ternyata progres pembentukan Kabupaten Bandung Timur (KBT) yang sudah puluhan tahun diwacakan kini jalan di tempat, dan "gigit jari". Bahkan dan tersalip oleh 10 CDPOB di Jabar.
Padahal KBT ini diwacanakan sejak Bupati Obar Sobarna (2 periode) dan Dadang Naser (2 periode) hingga Dadang Supriatna yang mimpin Kabupaten Bandung saat ini ke periode keduanya.
Selain itu, untuk mempercepat pembentukan KBT pun, para tokoh masyarakat dan pegiat KBT telah membentuk wadah. Bahkan, beberapa kali wadah ini berganti.
Dari mulai Komite Bandung Timur (Kombat), Komite Independen Pengawas Pembangunan dan PercepatanPemekaran Kabupaten Bandung Timur (KIP4 KBT), Forum Koordinasi Desain Penataan Daerah Kabupaten Bandung Timur (Forkodetada KBT) hingga Paguyuban Masyarakat Bandung Timur (PMBT).
Namun alih-alih diparipurnakan di DPRD Jabar dan disetujui gubernur jadi CDPOB, KBT tetap sekadar wacana dan jadi komoditas politik.
Dipertanyakan
Sejumlah tokoh masyarakat dan pegiat KBT pun mempertanyakan, mengapa wacana KBT progresnya jalan di tempat dan mentoknya dimana?.
"Jujur, saya yang dulu turut pendorong KBT saat Bupati Obar Sobarna yang berhasil membentuk Kabupaten Bandung Barat (KBB) jadi bertanya, mengapa mentok dan tersalip 10 CPPOB. Pasalnya, KBT sekadar wacana dan jadi komoditas politik saja," kata Koharudin, tokoh masyarakat asal Cileunyi yang dulu konsen jadi pegiat dan pendorong KBT, Jumat (12/9/2025).
Meski bertanya, Koharudin mengaku, saat ini sudah tak respek lagi terkait wacana KBT. Pasalnya kata Koharudin, hanya buang-buang waktu, tenaga dan pikiran.
"Mangga ke para pegiat KBT yang lain, berjuanglah agar KBT segera terbentuk yang entah kapan terealisasi. Hanya, sekarang, karena KBT hanya dongeng dan mentok, muncul dari sejumlah pihak keinginan Cileunyi masuk ke Kota Bandung," katanya.
Sementara itu, Atep Somantri, Ketua Paguyuban Masyarakat Bandung Timur (PMBT) membenarkan jika KBT masih jalan di tempat dan mentok serta banyak pihak yang mempetanyakan.
"Soal mentoknya wacana KBT tinggal tanya ke pihak legislatif dan eksekutif di Kabupaten Bandung. Pihak PMBT, selaku pendorong sudah bekerja maksimal," kata Atep.
Terkait munculnya nama wadah pegiat KBT ada PMBT dan (Forkodetada KBT), Atep mengatakan, kedua wadah pegiat KBT ini, bermula KIP4KBT "pecah" kongsi, ada yang di PMBT ada juga yang di Forkodedata KBT yang jadi pendorong terbentuknya KBT.
"Hanya yang pernah eksis Kombat dan KIP4KBT, termasuk PMBT. Bahkan KMBT telah memfasilitasi pelaksanaan musdes. Hasilnya, 110 musdes dari 147 desa di 15 kecamatan di wilayah Bandung timur telah melakukan mudes,"ungkap Atep.
Hasil musdes, salah satu persyaratan KBT, sambung Atep, telah diserahkan ke pihak legislatif dan eksekutif di Kabupaten Bandung.
Ketika ditanya apakah pihak legislatif dan eksekutif di Kabupaten pernah melakukan kajian terkait wacana KBT?
"Harus ditanyakan ke pihak terkait, termasuk PMBT pun akan buka kembali wacana KBT ini, sampai sejauhmana progresnya, meski katanya eksekutif dan legislatif pernah melakukan kajian tapi mana hasilnya," tutup Atep.**
Author: Yayan Sofyan
Edotor: Yayan Sofyan
