Ribuan PKL Kecamatan "Dianak Tirikan"
249 PKL Terima Bantuan Stimulan Rp 600 Ribu Per-Semester

PKL di Puspa Taman Kota Kuningan
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Ribuan pedagang kaki lima (PKL) yang tersebar di 32 Kecamatan minta perhatian Bupati Kuningan karena mereka merasa "dianak tirikan". Pasalnya PKL yang menerima bantuan stimulan hanya yang mangkal di kawasan Puspa Siliwangi, Puspa Taman Kota dan Langlangbuana saja.
"Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kuningan, H. Toni Kusumanto, menjelaskan, Semester I tahun 2026 sebanyak 249 pedagang kaki lima menerima bantuan stimulan sebesar Rp600.000/perorang/per senester. Total bantuan tersebut Rp 149,4 juta disalurkan melalui Bank Kuningan," terangnya saat penyerahan bantuan oleh Bupati Dian Rachmat Yanuar didampingi Wabup Tuti Abdriani, Minggu (19/7/2026) pukul 20.00 WIB
"Jumlah penerima mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya karena pemerintah melakukan evaluasi terhadap keberadaan PKL yang masih aktif berjualan di tiga kawasan Puspa. Diharapkan bantuan ini menjadi penyemangat para PKL untuk terus mengembangkan usahanya,” ujar Toni Kusumanto.
Disebutkan, penataan kawasan Puspa Langlangbuana dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak swasta tanpa menggunakan APBD. Dalam waktu dekat, penataan serupa akan dilaksanakan di kawasan Puspa Siliwangi agar tampil lebih menarik sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara kawasan Puspa Taman Kota juga akan ditata bertahap melalui kerja sama berbagai pihak.
Dalam arahannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar mengakui kondisi perekonomian nasional hingga daerah saat ini masih menghadapi berbagai tantangan yang turut dirasakan para pelaku usaha kecil, termasuk pedagang kaki lima.
Namun demikian, ia menegaskan, kebijakan pemerintah dalam menata kawasan PKL bukan bertujuan meminggirkan pedagang, melainkan menciptakan lingkungan usaha yang lebih layak, tertata, dan manusiawi.
Bantuan yang diberikan merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan usaha mikro/PKL.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman
