Dialog Cinta Mesjid, Kolaborasi DMI dan Pemkab Kuningan Ajak Umat Makmurkan Mesjid

Foto: Whyr
DMI Subuh berjamaah di Mushola Ar-Rahmat Pendopo Pemkab. Kuningan.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Dialog "Cinta Masjid" mewarnai salat subuh berjamaah antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kuningan, bersama Bupati Dian Rachmat Yanuar, Sekda U Kusmana sejumlah pejabat Pemkab Kuningan.
Hadir juga perwakilandari sejumlah perguruan tinggi yakni Uniku, UBHI, Unisa Universitas Muhammadiyah, mahasiswa dan pengurus DMI. Mereka berkiumpul di Masjid Ar'Rahmat kompleka Pendopo di Jalan Siliwangi, Sabtu (14/3/2026) pukul 04.20 WIB-05.30 WIB.
Kegiatan salat subuh berjamaah dan dialog keagamaan ini mempererat ukhuwah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Berdasarkan update data jumlah masjid sebagai pusat keagamaan di Kabupaten Kuningan tercatat sebanyak 4.888 termasuk mushola Ar-Rahmat.
Mengutip hadits Rasulullah Muhammad SAW Ketua DMI Kab. Kuningan, Dr. H. Ugin Lugina, M.Pd mengatakan, "Jika engkau melihat taman surga di muka bumi, maka mampirlah. Dan taman surga itu adalah masjid".
Ketua DMI Kuningan juga menyebutkan, program yang dijalankan untuk memakmurkan masjid, di antaranya Gerakan BBM (Bersih-Bersih Masjid) dan Program SSB (Salat Subuh Berjamaah).
Gerakan BBM bertujuan memastikan ribuan masjid dan usala di Kabupaten Kuningan tetap bersih, nyaman, dan layak digunakan oleh jemaah. Program tersebut melibatkan masyarakat, pengurus DKM, serta relawan dari berbagai organisasi.
Adapun program SSB didorong sebagai indikator kemakmuran masjid. Masjid yang makmur, kata dia, tidak hanya terlihat dari bangunannya, tetapi dari ramainya jemaah yang memulai aktivitas ibadah sejak waktu subuh.
“Masjid dan mushola yang hidup adalah yang diisi jemaahnya sejak Subuh. Dari sanalah keberkahan dan kekuatan umat dibangun,” ujarnya.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar., mengapresiasi kegiatan yang digagas DMI tersebut, terlebih dengan keterlibatan para mahasiswa dalam dialog keagamaan di masjid.
Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali peran masjid dan mushola sebagai ruang pembinaan spiritual dan sosial, sehingga salah satunya generasi muda atau mahasiswa tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan spiritual.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman