Kontingen Porsadin VIII Kuningan Menuju Porsadin Jabar di Cianjur

Kontingen Porsadin VIII Kabupaten Kuningan dilepas Bupati Dian Rachmat Yanuar, dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2026
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Kontingen Porsadin VIII Kabupaten Kuningan dilepas Bupati Dian Rachmat Yanuar, dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2026, di halaman Kantor Setda Komplek KIC Winduherang Jumat (23/10/2026).
Pada Porsadin VIII Tingkat Provinsi Jawa Barat akan digelar di Kabupaten Cianjur nanti,
bupati berharap para santri yang mewakili Kabupaten Kuningan dapat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dengan baik serta memperoleh perlindungan dan kelancaran selama mengikuti kompetisi.
Pelepasan kontingen tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong santri mengembangkan potensi, bakat, dan kemampuan di bidang olahraga serta seni keagamaan.
Selain itu, bupati juga mengapresiasi para santri yang terlibat dalam berbagai perlombaan untuk memeriahkan peringatan Hari Santri, baik sebagai panitia maupun peserta.
Kegiatan yang digelar meliputi Liga Santri antarpesantren se-Kabupaten Kuningan, lomba selawat Ad-Diba’i, Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), Musabaqah Hifdzil Muthun (MHM), lomba merias tumpeng, serta tabligh akbar di Masjid Syiarul Islam
Dalam sambutannya, Dian RY menyampaikan penghargaan kepada para kiai, pengasuh pondok pesantren, ustaz, ustazah, dan seluruh pendidik yang telah mengabdikan diri dalam mendidik generasi bangsa.
Menurutnya, peran para pendidik pesantren sangat penting dalam membentuk generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air.
Sementara itu, dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakan pada kesempatan tersebut, peringatan Hari Santri 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan penguatan karakter.
Pesantren diharapkan terus menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui penguatan pendidikan dan dukungan terhadap pesantren, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berdaya saing, serta mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman