FKUB Karawang Bahas Strategi Kerukunan, Cep Yudi Sampaikan Lima Formula

foto

Foto: One

Dialog Lintas Agama dan Moderasi Beragama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang.

KARAWANG, KejakimpolNews.com — Penguatan regulasi, dialog berkelanjutan, diplomasi kemanusiaan, dan penanganan ujaran kebencian menjadi sejumlah isu yang mengemuka dalam Dialog Lintas Agama dan Moderasi Beragama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang di Hotel Akshaya, Kamis (15/10/2026).

Dalam forum tersebut, Cep Yudi, juru bicara Komnas Anti Pemurtadan sekaligus aktivis dakwah di Karawang, menyampaikan lima formula strategi untuk merawat kerukunan umat beragama di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan situasi global.

Pertama, mendorong penyusunan regulasi di tingkat daerah sebagai tindak lanjut ketentuan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006, khususnya terkait pendirian rumah ibadah. Regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi ruang penyelesaian persoalan secara adil.

Kedua, mengintensifkan dialog antarumat beragama secara rutin dan berkelanjutan agar perbedaan pandangan maupun persoalan keumatan dapat diselesaikan melalui musyawarah.

Ketiga, memperluas kontribusi dialog lintas agama terhadap isu kemanusiaan global melalui diplomasi dan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.

Keempat, memperkuat penanganan berita bohong dan ujaran kebencian di ruang digital yang berpotensi memicu konflik antarumat beragama, dengan tetap menjunjung hukum dan kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab.

Kelima, mendorong kerja sama sosial lintas agama dalam menyikapi persoalan moral dan kemasyarakatan berdasarkan nilai serta ajaran masing-masing agama, dengan tetap menghormati martabat manusia dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dialog tersebut juga menghadirkan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, H. Muhammad Adib Abdushomad, serta Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, sebagai pembicara utama.

Adib membawakan materi tentang kerukunan umat beragama sebagai fondasi pembangunan nasional serta strategi memperkuat toleransi dan harmoni. Sementara itu, Ali Ramdhani mengulas pembangunan dialog lintas agama dan moderasi beragama dalam memperkuat kerukunan.

Kegiatan yang diprakarsai Ketua FKUB Kabupaten Karawang, Dr. H. Masykur H. Mansyur, tersebut diikuti perwakilan lintas agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA), serta kalangan akademisi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Dr. H. Sofyan, turut menyampaikan pandangan mengenai kondisi kerukunan umat beragama di Karawang. Acara dibuka oleh perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat.

Sebagai penutup, para peserta mengikuti deklarasi kerukunan yang dipimpin Ketua FKUB Kabupaten Karawang. Deklarasi tersebut ditandatangani perwakilan umat beragama, MUI, FKUB, dan Kementerian Agama, disaksikan langsung oleh Muhammad Adib Abdushomad.

Lima formula yang disampaikan dalam forum tersebut menjadi tawaran untuk memperkuat kerukunan melalui regulasi, komunikasi, dan kolaborasi. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gagasan tersebut menjadi langkah nyata yang dapat dirasakan masyarakat Karawang.**

Author: One
Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Musim Kemarau Baznas Kuningan Salurkan 261 Ribu Liter Air Bersih
Memohon Hujan, Pemkab dan Forkopimda Kuningan Gelar Solat Istisqa
Disdikbud dan Baznas Kuningan Perkuat Sinergi Pengelolaan ZIS
Warmindo Warga Kuningan di Yogyakarta Butuh Perlindungan Hukum
7.400 Relawan Dari 182 SPPG Siap Berkontribusi Dalam Gerakan Infak