Vokalis EMKA 9 Kanaya Whu Dimakamkan di Cisayong Tasikmalaya Diantar Ribuan Orang, Termasuk KDM

Istimewa
Gubernur Jabar KDM dan Sekda Jabar, Herman Suryatman menggotong keranda jenazah vokalis EMKA 9 Kanaya
TASIKMALAYA, KejakimpolNews.com -- Ribuan warga tumpah ruah padati jalan menuju pemakaman untuk mengantar jenazah vokalis EMKA 9, Kanaya Whu atau
Kanaya Whulan (35) ke tempat peristirahatan terakhir di Kampung Lengkongsari, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (13/9/2026).
Sebelumnya, kabar duka menyelimuti dunia musik Sunda. Vokalis grup musik EMKA 9, Kanaya Whu atau Kanaya Whulan, tutup usia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena sakit, Minggu (13/9/2026).
Saat akan dimakamkan, hadir Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Sekda Jabar Herman Suryatman. Keduanya terlihat berjalan dan ikut menggotong keranda jenazah Kanaya Whu dari rumah duka menuju liang lahat.
Pemandangan tersebut jadi sorotan massa. Bagaimana tidak, kedekatan KDM dengan almarhumah Kanaya Whu memang bukan rahasia. Kanaya dikenal sebagai vokalis grup musik Emka 9, grup musik bentukan KDM.
"Ya, ini merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada Teh Kanaya. Almarhum orang baik dan seniman yang sangat tulus menghidupkan budaya Sunda,” ujar KDM dengan mata berkaca-kaca.
Perginya vokalis bersuara emas dan khas ini ternyata meninggalkan duka mendalam. Baik bagi keluarga, sahabat, para penggemar ataupun komunitas seni di Jabar.
Selama hidupnya, Kanaya dikenal sederhana, merakyat, dan totalitas di panggung. Nama Kanaya Whulan melejit bersama Emka 9. Grup musik ini kerap mengiringi berbagai kegiatan budaya, sosial, hingga agenda kemasyarakatan yang digagas KDM.
Karena suara emas dan lagu-lagu bernuansa Sunda membuat setiap penampilan Emka 9 selalu disambut hangat masyarakat jika tampil.
Tidak hanya bernyanyi, Kanaya juga membawa pesan kebersamaan lewat karya. Hal inilah membuat ia punya tempat khusus di hati masyarakat Jabar.
Bagi KDM sendiri, Kanaya meninggal dipanggil sang pencipta kehilangan besar. “Kami kehilangan salah satu pilar seni. Teh Kanaya setia menghidupkan semangat Sunda lewat suara emasnya dan sikapnya,” ungkap KDM.
Saat prosesi pemakaman alharhum Kanaya berlangsung khidmat. Selain keluarga, kerabat, dan sejumlah Pemkab Tasikmalaya, para dan tokoh masyarakat, hadir pula ribuan warga. Mereka mendoakan Kanaya meninggal husnul khatimah.
Almarhum Kanaya pun dikenal melalui karakter vokalnya yang lembut dan emosional saat membawakan sejumlah karya puitis Gubennur Jabar, KDM. Beberapa lagu yang dikenal luas antara lain Rindu Purnama, Kaasih Indung, Lungse, dan Lampah.
Penyanyi kelahiran 1991 tersebut sebelumnya sempat menjalani karier di dunia perkantoran. Namun, ia kemudian memilih fokus berkarya bersama EMKA 9 dan mendedikasikan kemampuan vokalnya dalam berbagai karya musik bernuansa Sunda.
Kepergian Kanaya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan sesama musisi dan para penggemarnya. Suara dan karakter vokalnya yang khas menjadi bagian dari perjalanan musik Sunda yang akan dikenang melalui karya-karya yang telah ditinggalkan.
Ucapan belasungkawa pun disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan, termasuk dari KDM. KDM memanjatkan doa terbaik semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan ketabahan.
Pileuleuyan Kanaya Whu, semoga husnul khatimah, karya dan suara merdumu akan selalu dikenang.**
Editor: Yayan Sofyan