Pembunuh Yogi Saleh Pejabat BKAD Pemkab Purwakarta Hingga Kini Belum Terungkap

Foto : Istimewa
Yogi Saleh korban pembunuhan saat akan dimakamkan (kiri), Yogi Saleh saat masih hidup.
PURWAKARTA, KejakimpolNews.com -- Warga sekitar Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta Minggu (14/6/2026) lalu geger, pasalnya. Yogi Saleh (40) yang dikenal sebagai Kepala pejabat Pemkab Purwakarta ditemukan tak benyawa dengan tubuh bersimbah darah.
Namun terbunuhnya Yogi Saleh, Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta ini hingga Selasa (15/6/2026) belum diketahui motof dan juga belum ada tersangka pelaku.
Jajaran Satreskrim Polres Purwakarta hingga saat ini maish mengumpulkan data dan memeriksa sjeumnlah saksi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kali pertama korban ditemukan oleh istrinya, Ny. WU (38), yang malam itu baru pulang setelah mengantar anaknya menghadiri acara wisuda di salah satu hotel di Purwakarta.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan saat dikonfirmasi mengungkap, aaat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban.
Di antaranya beberapa luka diduga bekas tusukan senjata tajam pada tubuh korban, satu luka robek di ulu hati, dua luka robek di leher bagian kiri, dua luka robek di leher bagian kanan dan satu luka robek di leher bagian tengah.
Polisi juga menemukan, selain luka yang diduga akibat senjata tajam, petugas juga menemukan bekas jeratan pada leher korban serta sejumlah memar di bagian tubuh lainnya.
Masih Misteri
Hingga Selasa ini, penyebab kematian Yogi Saleh masih menjadi misteri, sehingga muncul spekulasi di kalangan masyarakat, apakah perampokan, masalah karir atau masalah lainnya.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara kepada wartawan mengatakan, pihaknya maish terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi, termasuk istri korban yang pertama kali menemukan korban tak bernyawa sekitar pukul 19.30 WIB.
Saat pulang menghadiri anaknya di wisuda di sebuah hotel, Ny. WU istri korban menemukan rumah dan sekelilingnya dalam keadaan gelap. Seluruh pintu juga terkunci dari dalam.
Ia mencoba memanggil-manggil suaminya. Karena tidak mendapat jawaban, selanjutnya istri korban masuk melalui jendela. Setrelah masuk ke dalam rumah, Ny.WU menemukan ceceran darah di depan kamar. Ketima pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah tergeletak di dekat pintu kamar dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan beberapa barang di lokasi kejadian, di antaranya tangga, dua potong kabel, ikat pinggang dan sebuah pisau dapur berwarna kuning. Polisi tidak menemukan adanya barang berharga yang hilang dari rumah korban.
“Uang tunai, dompet dan telepon seluler korban masih ada. Untuk sementara tidak ada laporan kehilangan barang,” kata Made.
Polisi hingga kini belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Saat ini penyidik masih menunggu hasil autopsi dari tim kedokteran forensik yang diharapkan dapat menjelaskan lebih rinci mengenai luka-luka yang ditemukan.
Polisi juga tengah mendalami isi telepon seluler korban, termasuk komunikasi terakhir yang dilakukan sebelum peristiwa tersebut terjadi.
“Kami masih melakukan pendalaman terhadap HP korban, termasuk percakapan terakhir dan orang-orang yang berkomunikasi dengannya,” pungkas Made.**
Editor: Yayan Sofyan