Duh, Dianiaya Temannya Seorang Anak SD di Tasikmalaya Luka dan Mendapat Perawatan Medis

Foto : Istimewa
Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo
TASIKMALAYA, KejakimpolNews.com -- Seorang anak siswa Sekolah Dasar (SD) di Tasikmalaya diduga dianaya teman sekelasnya. Korban alami sakit bagian perutnya. Berulang kali diperiksa petugas medis, akhirnya korban harus jalani oprasi di Rumah Sakit Margono di Jawa Tengah.
Orang tua melaporkan kejadian ini di Polres Tasikmalaya. Sambil berurai air mata, ibu kandung korban menceritakan kejadian yang menimpa anaknya.
"Saya akhirnya laporan di Polres Tasikmalaya. Anak saya masih dalam pemulihan. Baru laporan akhir akhir ini karena saya fokus penyembuhan anak saya. Jadi dugaan akibat pemukulan anak saya harus di Oprasi," kata Erni Trisnayanti, ibu kandung korban, Jumat (31/7/2026).
Peristiwa kekerasan terjadi saat korban masih duduk dibangku kelas dua SD. Korban tengah bermain di lingkungan sekolah yang bersiap untuk pentas seni akhir tahun. Korban kemudian mendapat tindakan pemukulan.
"Kejadiannya 'kan pas lagi persiapan mau pentas seni akhir tahun. Anak saya dipukul, sempat saya hampiri juga anak saya karena saya ada di sekolah," kata Erni.
Korban sekarang duduk di bangku kelas tiga. Dia masih menjalani pemulihan fisik dan trauma.
"Anak saya 'kan dioprasi di Rumah Sakit di Margono Purwokerto, kondisinya alhamdulillah ada perbaikan. Saya sengaja laporkan ini agar ada keadilan untuk anak saya," tutur Erni.
Terduga pelaku pemukulan masih teman sekelas korban. Polisi langsung bertindak cepat.
Selain olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga memintai keterangan saksi dan keluarga korban.
"Benar sudah ditangani oleh kami. Karena ini melibatkan anak, baik korban maupun terduga pelaku sama sama dibawah 12 tahun maka penanganannya sesuai KUHP baru,"kata Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, Jumat (31/72026).
Polisi masih mendalami motif dan dugaan ada kelalaian dalam kejadian ini. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan termasuk korban.
"Saksi sudah ada yang diperiksa. Kami tangani kasus ini dengan profesional," kata Josner.**
Editor: Yayan Sofyan
