130 Mahasiswa Unswagati Cirebon KKN Tematik dan Literasi di Kuningan

Foto: Whyr
Sebanyak 130 mahasiswa Unswagat) Cirebon mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dan Literasi di Kabupaten Kuningan.
KUNINGAN, KejakimpolNewsa.com -- Sebanyak 130 mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dan Literasi Tahun 2026 di Kabupaten Kuningan.
Acara Pelepasan di Gedung Setda Kuningan, Kamis dihadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Rektor Unswagati Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, jajaran pemerintah daerah, dan dosen pembimbing, Kamis (30/7/2026)
Rektor Unswagati Prof. Achmad Faqih dalam sambutannya menegaskan, KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi wadah nyata bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan pengabdian.
Mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam peningkatan literasi digital masyarakat, penguatan administrasi desa, perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM, hingga mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, papar Ahmad Fakih..
“Kami berharap mahasiswa mampu memberikan inovasi dan kreasi yang bermanfaat bagi masyarakat, mulai dari peningkatan literasi digital, pelayanan administrasi desa, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Ahmad Fakih menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam upaya pencegahan stunting melalui edukasi gizi, sanitasi, dan penerapan pola hidup bersih dan sehat. Mahasiswa juga didorong untuk memperkuat pendidikan karakter, melestarikan budaya lokal, serta mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi desa.
Ia mengingatkan seluruh peserta KKN agar selalu menjaga sikap selama berada di tengah masyarakat.
“Datanglah dengan rendah hati, bekerjalah dengan penuh integritas, berkomunikasilah dengan santun, dan berkolaborasilah tanpa membedakan latar belakang suku maupun budaya,” pesannya.
Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak. Mahasiswa dituntut mampu mengoptimalkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), teknologi informasi, serta media digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat tanpa meninggalkan nilai etika dan kearifan lokal, paparnya.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kuningan yang membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Sinergi tersebut ucap Ahmad Rifai, menjadi modal penting mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman
