Bangkai Hiu Paus Raksasa Terdampar di Pantai Batukaras, Evakuasi Terkendala Laut Pasang

Foto: One
Petugas tengah mengevakuasai bangkau hiu paus yang terdampar di pantaio Batukaras, Pengandaran.
PANGANDARAN, KejakimpolNews.com -- Seekor hiu paus (whale shark) sepanjang sekitar lima meter ditemukan terdampar di pesisir Pantai Sanghiangkalang, Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Senin (3/8/2026) malam. Satwa laut yang berstatus dilindungi itu dipastikan telah mati saat petugas tiba di lokasi.
Laporan pertama disampaikan warga kepada UPTD Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan (UPTD PSDKPWS) sekitar pukul 19.40 WIB.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim yang terdiri dari Yogi Mauratania dan Deni Sugia Permana dari Wilker PSDKP Pangandaran langsung bergerak menuju lokasi.
Petugas tiba sekitar pukul 21.00 WIB dan melakukan pemeriksaan awal. Hasilnya, hiu paus ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Namun proses evakuasi bangkainya tidak dapat dilakukan malam itu karena air laut sedang pasang, sehingga berisiko bagi keselamatan personel di lapangan.
Evakuasi kemudian dijadwalkan pada Selasa pagi saat kondisi air surut agar proses penanganan dapat dilakukan dengan lebih aman.
Berdasarkan hasil pengukuran, bangkai hiu paus memiliki panjang sekitar lima meter dengan perkiraan berat mencapai 1,2 ton. Penanganan di lokasi melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Polair Kabupaten Pangandaran, Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, serta Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kontamina.
Hingga kini belum diketahui penyebab pasti kematian hiu paus tersebut. Otoritas terkait masih melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut guna memastikan penyebab terdamparnya satwa yang dikenal sebagai ikan terbesar di dunia itu.
UPTD PSDKP Wilayah Selatan mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan satwa laut yang terdampar atau mengalami gangguan di kawasan pesisir.
Laporan cepat dari warga dinilai penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mendukung upaya konservasi satwa laut yang dilindungi.**
Author: One
Editor: Maman Suparman
