Riki, Siswa SMPN 1 Cileunyi Dibegal di Lapangan Trail, Motor Raib dan Kini Trauma

Yayan Sofyan
Riki, Pelajar SMPN 1 Cileunyi korban begal, motornya raib dibawa kabur
CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Riki Saripudin (12), siswa kelas 7 G SMPN 1 Cileunyi, Kabupaten Bandung dibegal diduga oleh komplotan curanmor, Senin (3/8/2026) sore.
Pembegalan dilakukan di kawasan lapangan trail dan kebun ubi, Kampung Cibangkonol RT 03 RW 19, Desa Cibiru Wetan sekitar pukul 17.00.
Riki, korban warga Perum Polda Pasir Kawung RT 01 RW 06, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi ini, selain kehilangan motor yang dibawa kabur begal, juga masih trauma.
"Betul, Riki anak saya yang dibegal, selain kehilangan motor, juga saat ini masih trauma atas kejadian yang menimpanya," kata Ramdani Ramadhan (40), ayah Riki, Selasa (4/8/2026).
Menurut Ramdani, kronologis kejadian, sore kemarin anaknya yang membawa motor Honda Beat Street putih Nopol D 4088 VEA dari rumah membonceng dua teman sekolahnya, Aldo (12) dan Alpin. Mereka, kata Ramdani, pergi katanya mau bermain ke kawasan lapangan trail di kebun ubi Desa Cibiru Wetan.
"Sebelum sampai di kebun ubi, anak saya tiba-tiba dicegat seorang pria tak dikenal. Anak saya dibentak dan diancam," tutur Ramdani.
Pria tersebut, sambung Ramdani meminta dua temannya yang dibonceng anaknya agar turun dan anaknya harus ikut sambil diancam.
"Saat itu dua teman anak saya yang ketakutan turun sementara motor diambil paksa oleh pria tersebut dan anak saya dibonceng dibawa ke arah utara jalan Cikoneng," ungkap Ramdani.
Ramdani menambahkan, setelah anaknya dibonceng, di jalan tersebut diturunkan dan motornya dibawa kabur pelaku.
"Saat itu anak saya yang diturunkan paksa dan motornya dibawa kabur berteriak. Namun tiba-tiba diancam oleh oleh seorang pria mengendarai motor. Rupanya pria tersebut komplotannya. Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polsek Cileunyi," pungkas Ramdani.
Sementara itu, Kapolsek Cileunyi, AKP Anggy Prasetiyo ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Kasusnya kata Kapolsek masih dalam penyelidikan.**
Editor: Yayan Sofyan
