Didampingi Pembina Koalisi 99 Peduli Sumedang, Abuya: Jangan Pecah Belah Anak Bangsa

foto

Yayan Sofyan

Abuya K.H. Ade Nurjaman (tengah)

SUMEDANG, KejakimpolNews.com -- Abuya K.H. Ade Nurzaman, M.A., akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka terkait beredarnya sebuah poster di media sosial yang menggunakan foto dirinya dan memuat narasi yang dinilai menyudutkan dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, Abuya didampingi oleh Pembina Koalisi 99 Peduli Sumedang. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat, menyetujui, maupun menerbitkan poster tersebut, termasuk isi narasi yang beredar.

“Saya tidak pernah membuat poster tersebut. Foto saya digunakan dan diedit tanpa izin. Klarifikasi ini saya sampaikan agar masyarakat tidak salah memahami dan tidak mudah terprovokasi,” tegasnya, Kamis (1/10/2026).

Memecah Belah

Abuya menilai, penggunaan foto seseorang tanpa persetujuan dalam materi digital dapat memicu kesalahpahaman, terlebih jika langsung dipercaya tanpa verifikasi.

Ia menduga, ada pihak yang sengaja membangun narasi tertentu untuk memojokkan dirinya, sekaligus melemahkan semangat perjuangan elemen masyarakat yang tergabung dalam Koalisi 99 Peduli Sumedang. Namun demikian, Abuya tidak menyebutkan pihak tertentu sebagai pelaku.

Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah menjaga persatuan dan tidak terpecah hanya karena informasi yang sumbernya tidak jelas.

"Jangan sampai perbedaan pandangan membuat anak bangsa saling berhadapan. Kita harus mengedepankan tabayun dan mencari kebenaran berdasarkan fakta,” ujarnya.

Tabayun ke MUI

Sebagai langkah menjaga kondusivitas, Abuya bersama Pembina Koalisi 99 Peduli Sumedang telah melakukan tabayun dengan menemui Ketua MUI Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, di kantor setempat.

Pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya meluruskan informasi sekaligus mencegah berkembangnya kesalahpahaman di masyarakat akibat narasi yang beredar di media sosial.

Langkah ini menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan tidak cukup hanya melalui ruang digital, tetapi juga melalui komunikasi langsung dan klarifikasi kepada pihak terkait.

Polemik Wabup

Klarifikasi ini disampaikan di tengah polemik yang masih berkembang terkait isu yang mengaitkan Wakil Bupati (Wabup) Sumedang, M. Fajar Ardila Sumedang dengan mantan sekretaris pribadinya, RY.

Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut adanya dugaan peristiwa yang terjadi pada 17 Agustus 2026 di rumah dinas Wakil Bupati. Namun, berbagai informasi tersebut tetap harus ditempatkan sebagai dugaan hingga adanya penjelasan resmi yang dapat diverifikasi.

Koalisi 99 Peduli Sumedang sebelumnya juga telah menyampaikan aspirasi ke DPRD Sumedang dengan menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi. Aksi tersebut disebut sebagai gerakan moral untuk mendorong kejelasan atas persoalan yang berkembang.

Tak Surut, Justru Menguat

Abuya pun menegaskan bahwa beredarnya poster yang dinilai menyudutkan dirinya tidak membuat semangat perjuangannya surut. Sebaliknya, hal tersebut justru semakin menguatkan komitmennya untuk terus menyuarakan amar ma’ruf nahi mungkar bersama Koalisi 99 Peduli Sumedang.

Menurutnya, perjuangan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi menjaga Sumedang tetap kondusif dan masyarakat mendapatkan informasi yang benar.

"Poster seperti itu jangan dijadikan alat untuk memecah belah. Justru ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengawal kebenaran dan keadilan dengan cara yang baik,” ungkapnya.

Ajak Lawan Hoaks

Di akhir keterangannya, Abuya mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah membagikan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih di era teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan manipulasi konten secara mudah.

"Mari kita lawan berita hoaks, bukan melawan sesama anak bangsa. Mari jaga Sumedang tetap kondusif,” pungkasnya.

Klarifikasi ini sekaligus menjadi hak jawab Abuya KH Ade Nurzaman atas beredarnya poster yang menggunakan foto dirinya. Masyarakat diharapkan tidak menjadikan konten tersebut sebagai dasar dalam menilai sikap atau pernyataannya tanpa konfirmasi yang jelas.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Wartawan Diancam dan HP Dirampas Usai Bupati Bandung Bersaksi, JHB: Jangan Ada Pengamanan Pejabat Bergaya Preman
Memanas Isu Miring Wabup Sumedang, Aktivis Bongkar Dugaan Intimidasi dan Kritisi Kinerja DPRD Serta Tim Investigasi
Tersandung Narkoba dan Pencurian, 3 Polisi Anggota Polresta Bandung Dipecat
Isu Miring Wabup Sumedang, Aktivis: Tim Investigasi Sekadar Formalitas
Satgas Anti Premanisme Garuk 25 Pria di Cimanggung, Kab.Sumedang