Hasil Operasi Antik Polrestabes Bandung di Saritem, 21 Orang Positif Narkoba, 3 di Antaranya Wanita

Yayan Sofyan
Jajaran Satresnarkoba Polrestabes Bandung merazia kawasan Saritem, sejumlah orang positif amfetamin.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Hasil Operasi Antik (Anti-Narkotika) Jumat (9/10/2026) kemarin di kawasan Saritem, Kecamatan Andir, Polrestabes Bandung mengamankan 21 orang yang terindikasi positif menggunakan narkotika jenis metamfetamin,
Kasat Resnarkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan, 21 orang tersebut terdiri atas 18 pria dan tiga wanita yang diketahui positif berdasarkan pemeriksaan tes urine.
“Kami mendapatkan 21 orang terindikasi positif menggunakan metamfetamin, terdiri dari 18 pria dan tiga wanira,” kata Oliestha, Sabtu (10/10/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, di antaranya 23 obat psikotropika, delapan cangklong, 15 alat isap bong, serta sejumlah plastik klip yang diduga bekas kemasan sabu.
Oliestha mengatakan, 21 orang yang terindikasi positif tersebut dibawa ke Markas Polrestabes Bandung untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan guna mengetahui apakah mereka hanya sebagai pengguna atau memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika.
“Untuk orang-orang yang telah kami amankan, yang terindikasi positif, kami bawa ke Mako untuk kami mintai keterangan, untuk dapat kami tentukan mana yang memang sebagai pengguna saja atau mungkin terikat jaringan, sehingga dapat kami telusuri sampai ke akar-akarnya,” katanya.
Sementara itu, sejumlah orang yang hasil tes urinenya negatif akan diberikan edukasi oleh jajaran kepolisian setempat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran narkoba.
"Ke depannya justru wilayah ini dapat menjadi kawasan yang bebas narkoba,” tandas Oliestha.
Dalam razia di Saritem tersebut, puluhan petugas menyisir sejumlah rumah kontrakan dan menggeledah berbagai sudut ruangan, mulai dari lemari, kolong kasur, hingga sela-sela dinding.
Petugas juga memeriksa barang bawaan warga dan melakukan tes urine untuk mengidentifikasi dugaan penyalahgunaan narkotika.**
Editor: Yayan Sofyan