Kota Bandung Mantapkan Langkah sebagai Kota Kreatif Kelas Dunia di Momentum HJKB

foto

Foto: Humas Pemkot Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berfoto bersama sesaat setelah upacara Hari Jadi Kota Bandung Jumat (25/6/2026).

BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Pada usia ke-216 tahun, Kota Bandung terus meneguhkan identitasnya sebagai kota kreatif yang berkelas dunia.

Berbekal sejarah panjang, kekuatan budaya, kreativitas masyarakat, serta semangat kolaborasi, Bandung diyakini memiliki modal besar untuk terus berkembang sebagai salah satu kota paling dinamis di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat, 25 September 2026.

Menurut Farhan, tema HJKB tahun ini, “Solidarity in Harmony”, sengaja dipilih untuk mempertegas posisi Bandung sebagai kota internasional yang memiliki warisan sejarah penting bagi dunia.

“Sengaja kami pilih tema dalam bahasa Inggris untuk memberikan kesan bahwa Kota Bandung adalah kota internasional,” ujarnya.

Farhan mengingatkan, Bandung memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan istimewa. Sejak resmi berdiri pada tahun 1810, Bandung berkembang menjadi Paris van Java, menjadi bagian penting dari perjuangan bangsa melalui peristiwa Bandung Lautan Api tahun 1946, hingga menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

Menurutnya, semangat solidaritas yang lahir dari Konferensi Asia Afrika masih relevan hingga saat ini dan menjadi fondasi pembangunan Kota Bandung.

“Spirit of Bandung menjadi dasar solidaritas antarbangsa yang saat itu bangkit dari luka kolonialisme,” katanya.

Semangat tersebut kemudian berkembang menjadi energi kolaborasi yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, seniman, hingga generasi muda dalam membangun kota.

Farhan menilai, kekuatan utama Bandung saat ini terletak pada ekosistem kreatif yang tumbuh dan berkembang di berbagai sektor.

Beragam kegiatan budaya, seni, olahraga, ekonomi kreatif, teknologi, dan inovasi terus menghidupkan berbagai kawasan ikonik kota seperti Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, dan kawasan Sungai Cikapundung.

“Hadirnya ruang-ruang yang memungkinkan terjadinya pertemuan solidaritas itu telah membawa Kota Bandung menjadi kota yang begitu vibrant dan menarik perhatian banyak orang,” ujarnya.

Tidak hanya dikenal sebagai kota wisata dan pendidikan, Bandung kini juga berkembang sebagai pusat inovasi dan ekonomi kreatif yang menjadi magnet bagi generasi muda serta pelaku usaha kreatif.

Menurut Farhan, keunggulan tersebut harus terus dijaga melalui pembangunan yang terbuka terhadap ide-ide baru, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan identitas budaya lokal.

Ia menegaskan, Bandung tidak boleh kehilangan karakter di tengah perkembangan zaman. Justru budaya, sejarah, dan kreativitas harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persaingan global.

“Bandung harus terus memperkuat identitasnya sebagai kota yang maju, berlevel dunia, ramah, dan berkelanjutan,” katanya.

Pada momentum HJKB ke-216 ini, Farhan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun kota.

Baginya, kekuatan Bandung tidak hanya terletak pada infrastruktur dan pembangunan fisik, tetapi juga pada solidaritas warga yang selama ini menjadi ruh perjalanan kota.

Dengan modal sejarah, kreativitas, dan kolaborasi yang kuat, Bandung diyakini mampu terus melangkah sebagai kota kreatif kelas dunia yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal dan semangat kebersamaan.**

Editor: Sonni Hadi

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Dugaan Krisis Integritas di Bumi Sumedang: Ketika Filantropi Moral "Insun Medal" Terempas Skandal
Pelaku Curanmor Tak Berkutik Saat Ditangkap Polisi di Kalimanggis
Jual Data Pribadi Orang Lain Termasuk Pejabat via Bot Telegram, AH, Pemuda Asal Jakarta Diciduk Polda Jabar
Berkebun Ganja di Rumahnya, Polisi Tangkap AS di Kompleks Bumi Orange Cileunyi dan Sita 28 Pohon Ganja
Jatah Haji untuk "Para Gus"