Wamenag Romo Muhammad Syafii:

Kini Urusan Haji dan Umrah Tak Lagi di Kementerian Agama

foto

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii dalam rapat koordinasi pembentukan Kementerian Haji dan Umrah

JAKARTA, KejakimpolNews.com – Mulai saat ini, seluruh urusan haji dan umrah resmi dialihkan dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah.

Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi di Kementerian Sekretariat Negara yang dihadiri Wakil Menteri Agama, Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Menteri Sekretaris Negara, serta Wakil Menteri Sekretaris Negara.

Hadir juga, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin.

“Hari ini di kantor Kementerian Sekretariat Negara, kita melakukan sinkronisasi Perpres (Peraturan Presiden) tentang Kementerian Haji dan Umrah dengan undang-undang tentang pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang baru saja ditetapkan,” ujar Wamenag Romo Syafi'i seusai menghadiri rapat, Selasa (9/9/2025).

Dikatakannya, dengan adanya kementerian baru ini, seluruh kewenangan penyelenggaraan haji dan umrah tidak lagi berada di Kementerian Agama.

“Maka dengan ditetapkannya Kementerian Haji dan Umrah, semua urusan yang terkait dengan penyelenggaraan haji dan umrah sudah tidak lagi di Kementerian Agama, tapi dialihkan sepenuhnya kepada Kementerian Haji dan Umrah,” jelasnya.

Proses transisi kelembagaan ini juga mencakup pemindahan pegawai, tugas dan fungsi, serta aset.

“Ditentukan menyangkut tentang perpindahan personil, juga tugas dan fungsi dari personil itu berikut dengan aset. Ini tentu harus ada pembicaraan-pembicaraan yang transisional,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara juga menyampaikan pesan agar pelayanan haji ke depan harus lebih baik. “Presiden sangat menginginkan pertama, agar pelayanan haji ke depan itu harus semakin lebih baik dari pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Wamenag.

Presiden berharap berbagai persoalan yang kerap muncul setiap musim haji tidak lagi terulang. “Maka dengan adanya penanganan khusus oleh kementerian ini, kita tidak mendengar lagi perulangan persoalan pelaksanaan haji dan umrah,” jelasnya.

Selain itu, Presiden juga mengingatkan agar ongkos haji bisa lebih efisien melalui skema yang lebih sederhana. “Apakah pengurangan durasi tinggal di Arab Saudi, atau juga dengan mekanisme penerbangan, juga dengan akurasi penetapan katering, hotel, dan (layanan) Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina),” kata Wamenag.

“Ke depan, tamu-tamu Allah harus benar-benar dimuliakan, dan penyelenggaraannya menjadi amanah pemerintah yang kini diperkuat dengan adanya Kementerian Haji dan Umrah,” pungkasnya.**

Editor: Maman Suparman
Source: Kemenag RI

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Menag Minta Pesantren Perkuat Tata Kelola, Kelengkapan Data hingga Legalitas Ijazah
Presiden Prabowo Melantik 26 Wantimpres, Ada Rocky Gerung, Mantan Menteri dan Pengusaha
Kapolri Jenderal Suyudi Ganti Tagline Polri dari "Presisi" Resmi Menjadi "Polri Bersama Masyarakat"
Kapolri dan Kepala Ombudsman Serta Sejumlah Menteri dan Wakil Menteri Diganti
Sehari Dilantik Kapolri Irjen Pol Suyudi Mutasi Pejabat Besar-Besaran Termasuk 19 Kapolda, Antara Lain Kapolda Jabar