Di Balik Timnas Spanyol Juara: Awal Hilang Pesona, Akhir Berkelahi

Foto : Istimewa
Timnas Spanyol Juara Piala Dunia 2026 dalam laga final yang kurang greget.
Catatan IMAM WAHYUDI (iW)
AWAL pergelaran Piala Dunia 2026, tanpa pesona. Pun berakhir, kehilangan pesona -- ketika laga final tak bermutu. Di awal hilang greget, di akhir tanpa greget.
Acara Nobar pun di mana-mana. Di warung tepi jalan, kedai kopi, balai pertemuan warga, kafe hingga ballroom hotel berbintang. Maklum laga final, antartimnas dan antarbenua, Eropa vs Amerika Latin.
Nah, penonton kecewa, senada cemooh akan kualitas pamungkas panggung sepakbola nomor wahid itu. Hal yang dinanti tak terjadi. Alih-alih suguhan persaingan antarpemain bintang dan kualitas pertandingan standar dunia. Antiklimaks.
Hari-hari awal Piala Dunia 2026 kehilangan greget, tak sebanding episode sebelumnya. Terbilang kalah pamor di balik berita Perang Teluk. Tak kecuali perubahan partisipan menjadi 48 negara peserta. Karuan kehilangan daya tarik, tak serta-merta menunjukkan kualitas persaingan level dunia.
Pergelaran Piala Dunia 2026 sudah berakhir. Meninggalkan ragam cerita suka dan duka. Sekurangnya bagi para peminat sepakbola di jagat raya. Timnas Spanyol unjuk jawara. Pupus sudah ambisi Argentina yang ingin pertahankan gelar juara. Justru tampil bak "truk mogok" hingga menyerah 0-1.
Tampil sang hero, Ferran Torres sebagai pahlawan tim jawara Spanyol. Mengulang prestasi 16 tahun silam, saat juara kali pertama di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Sang pelatih, Luis de la Fuente menarik Oyarzabal yang staminanya menurun. Menggantikan sesama posisi penyerang, Torres turun ke arena sejak menit-62.
Gol semata wayang Torres tercipta menit-106, selang satu menit babak lanjutan extra time. Timnas Spanyol, juara Piala Dunia 2026. Pesta sepakbola jagat raya yang juga ditandai cawe-cawe Presiden AS, Donald Trump.
Gol terlambat yang hanya soal waktu, ketika Argentina tanpa perlawanan dibanding tampilan sebelumnya. Nyaris tak berdaya. Gol Torres yang membuat rivalnya, Leonel Messi dipaksa menggigil.
Tak percaya, tapi nyata -- tatapan kosong ke langit hingga berlinang air mata. Messi meninggalkan pentas sepakbola dunia, tanpa mahkota. Tak juga "sepatu emas" yang disalip striker Prancis, Kylian Mbappe
Membersamai gelar juara timnas Spanyol, adalah rekor sensasional Laminel Yamal. Pemain muda usia yang berperan menjuarai turnamen internasional secara beruntun. Juara Piala Eropa 2024 dan langsung juara Piala Dunia 2026. Melewati rekor Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Usai laga final yang dinilai tak setara pentas dunia. Malah diwarnai kericuhan antarpemain kedua tim. Hal yang tak perlu, justru terjadi usai laga final. Tak lama lagi, acara panggung pengalungan medali yang dipimpin Presiden FIFA, Gianni Infantino. Bahkan FIFA resmi membuka penyelidikan untuk investigasi.
Berikut ini, daftar timnas juara dan runner-up Piala Dunia:
- 1930 : Uruguay (Argentina 4-2).
- 1934 : Italia (Cekoslowakia 2-1, aet).
- 1938 : Italia (Hungaria 4-2).
- 1942 : Perang Dunia II.
- 1946 : Perang Dunia II.
- 1950 : Uruguay (Brasil 2-1).
- 1954 : Jerman Barat (Hungaria 3-2).
- 1958 : Brasil (Swedia 5-2).
- 1962 : Brasil (Cekoslowakia 3-1).
- 1966 : Inggris (Jerman Barat 4-2, aet).?
- 1970 : Brasil (Italia 4-1).
- 1974 : Jerman Barat (Belanda 2-1).
- 1978 : Argentina (Belanda 3-1, aet).
- 1982 : Italia (Jerman Barat 3-1).
- 1986 : Argentina (Jerman Barat 3-2).
- 1990 : Jerman Barat (Argentina 1-0).
- 1994 : Brasil (Italia pen. 3-2/0-0)
- 1998 : Prancis (Brasil 3-0).
- 2002 : Brasil (Jerman 2-0).
- 2006 : Italia (Prancis pen. 5-3/2-2).
- 2010 : Spanyol (Belanda 1-0)
- 2014 : Jerman (Argentina 1-0).
- 2018 : Prancis (Kroasia 4-2).
- 2022 : Argentina (Prancis pen. 4-2/3-3).
- 2026 : Spanyol (Argentina 1-0).
Catatan: aet adalah after extra time.
Timnas Brasil masih pegang rekor lima kali juara Piala Dunia. Dua di antaranya back to back pada 1958 dan 1962. Tiga gelar juara lainnya diraih 1970, 1994 dan terakhir 2002. Dalam enam episode terakhir, bahkan tak sampai babak final.
Ranking berikutnya, Italia dan Jerman dengan empat kali juara Piala Dunia. Timnas Italia lebih dulu raih juara pada perhelatan kedua tahun 1934. Catat back to back 1938. Dua gelar juara berikutnya pada 1982 dan 2006. Sementara Jerman berkalung juara pada 1954, 1970, 1990, dan 2014.
Timnas Argentina dengan tiga kali juara 1978, 1986 dan terakhir di Qatar 2022. Timnas Spanyol yang baru menjuarai Piala Dunia 2026, menyusul Uruguay dan Prancis yang dua kali sebagai jawara. Sebelum ini, Spanyol juara kali pertama di Piala Dunia 2020.
Uruguay membuka prestasi juara pada perhelatan pertama Piala Dunia 1930. Kali kedua, juara 1950. Prestasi serupa digenggam timnas Prancis pada 1998 dan 2018. Sementara timnas Inggris pernah sekali juara, saat negaranya tuanrumah Piala Dunia 1966.
Berusaha come back di Piala Dunia 2026, setelah penantian 60 tahun. The Three Lions dijegal Argentina 1-2, tapi unjuk perkasa raih juara-III -- kalahkan Prancis 6-4. Selain Uruguay dan Inggris, finalis lainnya yang lanjut juara adalah Spanyol pada 2010 dan terakhir menutup Piala Dunia 2026.
Juara Beruntun
Timnas Brasil dan Italia mencatat prestasi puncak secara beruntun, di antara masing-masing lima dan empat kali juara Piala Dunia. Brasil mencetak back to back pada 1958 dan 1962. Italia lebih awal, yaitu 1934 dan 1938. Dengan kata lain, baru dua timnas yang berhasil raih back to back. Prestasi yang juga dalam kejaran Argentina sebagai juara bertahan Piala Dunia 2026. Tapi gagal, dikalahkan Spanyol 0-1 dalam laga final extra time.
Di antara rekor juara Piala Dunia, tim Samba juga mencatat tiga kali finalis secara beruntun. Yaitu pada 1994, 1998 dan 2002. Dua di antaranya juara 1994 dan 2002. Satu lainnya kalah 0-3 lawan Prancis yang raih juara 1998. Bagi Prancis menjadi tiga kali finalis, termasuk juara 2018 dengan kalahkan Kroasia 4-2. Namun gagal pada final Qatar 2022, setelah main imbang 3-3 dan kalah adu penalti 2-4 lawan Argentina yang tampil juara.
Piala Dunia juga mencatatkan lima timnas juara dan runner-up. Adalah Brasil, Jerman, Italia, Argentina dan Prancis. Selain gelar juara, lima timnas itu menempati urutan kedua Piala Dunia. Brasil dengan lima kali juara dan dua runner-up. Berikutnya perbandingan raihan juara dan runner-up: Jerman (4:4), Italia (4:2), Argentina (3:4) dan Prancis (2:2).
Berbalas Jegal
Sepanjang tradisi empattahunan dunia, juga mencatat dua timnas saling jegal di babak final. Satu-satunya dua timnas yang berbalas pantun di puncak Piala Dunia. Adalah Argentina dan Jerman Barat yang mengulang finalis beruntun.
Timnas Negeri Tango menjuarai pergelaran dunia 1986, dengan kemenangan 3-2. Tim Panzer pun membalas ada episode berikutnya, 1990. Jerman berbalik raih juara, dengan susah payah kalahkan Argentina 1-0. Bahkan gol semata wayang dicetak dari titik penalti oleh Andreas Brehme, pada menit-menit akhir babak final Piala Dunia 1990 di Stadio Olimpico, Roma, Italia.
Pergelaran dunia, juga mencatat lima timnas finalis gagal juara. Timnas Belanda memimpin dengan tiga kali finalis yang tak kesampaian angkat trofi Piala Dunia. Dua kali berturut pada 1974 dan 1978, kalah 1-2 lawan Jerman Barat dan menyerah 1-3 dari Argentina. Terakhir di Afsel 2010, dikalahkan 0-1 oleh Spanyol yang episode 2026 ini -- kembali unjuk juara.
Empat timnas finalis lainnya gagal juara. Cekoslowakia dan Hongaria mencatat dua kali laga puncak. Ceko pada 1934 dan 1962, timnas Hongaria pada 1938 dan 1954. Sekali finalis lain yang gagal juara, Swedia (1958) dan Kroasia (2018). Sebaliknya tiga timnas yang pernah juara, juga mengalami sebagai finalis tanpa juara. Pemegang rekor juara, Brasil juga pernah di Piala Dunia 1950. Dua timnas lainnya, Prancis edisi empat tahun lalu atau Qatar 2022 serta Argentina pada 2014 dan terakhir 2026.
Menanti empat tahun Piala Dunia 2030 yang akan digelar di enam negara tiga benua. Spanyol, Portugal dan Maroko sebagai tuanrumah utama untuk sebagian besar pertandingan. Tiga negara lainnya adalah Argentina, Paraguay dan Uruguay dengan tiga laga pembuka untuk merayakan Satu Abad Piala Dunia. Turnamen perdana digelar 1930 di Uruguay yang timnasnya juga menjuarai Piala Dunia pertama itu.
Sayonara Piala Dunia 2026, sampai jumpa di Piala Dunia 2030.**
