23 Warga Karangpawitan Garut Ikut Jadi Korban Terbaliknya Kapal Virgo di Laut Jawa

Foto : Istimewa
Tim SAR tengah mengevakuasi seorang penumpang kalan Virgo yang terbalik di Laut Jawa.
GARUT, KejakimpolNews.com -- Evakuasi penumpang dan kru kapal Virgo Transport 8 berjumlah 243 yang mengalami kecelakaan dan terbalik, pada Minggu (13/09/2026), evakuasi terus berlangsung dilakukan.
Dari 243 penumpang tersebut, 23 di antaranya warga Kecamatan Karangpawitan Garut. Dua kapal yang membawa korban telah tiba di Pelabuhan Penumpang Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
KNKT telah turun tangan melakukan penyelidikikan secara independen. Sementara, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, sebanyak 136 penumpang masih dalam proses pencarian.
"Kapal tersebut dilaporkan mengangkut sebanyak 243 orang. Basarnas berhasil mengevakuasi 107 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Sebanyak 136 penumpang masih dalam proses pencarian," ungkap Dudy.
Tentang penyebab kecelakaan kapal tersebut, Dudy menyerahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidikinya. Dia meminta seluruh pihak memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara profesional dan independen.
23 korban warga Karangpawitan
Sementara itu, terkait 23 warga Karangpawitan Garut jadi korban terbaliknya kapal Virgo tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, sampaikan duka mendalam korban musibah tenggelamnya Kapal Virgo Transfort 8 di perairan laut jawa tersebut, dimana dari 243 orang korban, 23 di antaranya warga Desa Situsaeur Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
"Ya, kami prihatin dan turut berduka cita kepada para korban akibat tenggelamnya Kapal Virgo," ujar Bupati Syakur kepada wartawan, usai apel gabungan di Lapangan Setda, Senin (14/09/2026).
Menurut Syakur, Pemkab Garut telah menerima data para korban sebanyak 23 orang, yang merupakan warga Desa Situsaeur Kecamatan Karangpawitan. Para korban ini kata Syakur, sedang b mencari nafkah.
"Dari 23 orang ini, 11 orang dinyatakan selamat, satu dinyatakan meninggal dan masih ada 11 orang yang belum ditemukan," ungkap Syakur.
Syakur mengatakan, untuk penanganan selanjutnya Pemkab Garut dalam hal ini Dinsos akan melakukan koordinasi lintas pemerintah daerah untuk mendapatkan data para korban secara reel, juga menerima pihak keluarga. Kemudian, Pemkab akan melakukan penjemputan para korban.
"Kita akan menjemput kesana, sedang menunggu kabar, saya juga meminta ada perwakilan kesana untuk mendapatkan data yang lebih lengkap," tandasnya.
Sementara, Kepala Dinsos Kabupaten Garut, dr Marlinda Siti Hana, menjelaskan data dari 23 orang warga Garut yang menjadi korban tenggelam tersebut. Di mana, dari jumlah 23 orang, 11 orang selamat, satu meninggal dunia dan 11 belum di temukan.
Data yang selamat, Rehan, Amo, Bili, Ehab, Akmal, Muhammad Iwan, Erik, Iki, Muhammad Agus, Fauzan dan Fatir. Sementara, yang meninggal sementara informasi satu orang atas nama Enjang.
"Korban dalam pencarian sampai tadi belum ada kabar atas nama Utep, Acim, Usep, Raden, Kiki, Agil, Rio, Hakim, Salbi, Aep dan Ihsan, jumlah sebelas orang," kata Marlinda.
Marlinda menyebutkan, Pemkab saat ini sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Situsaeur untuk mengkonfirmasi identitas dan domisili para korban. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak perusahaan kapal.
"Saat ini korban yang selamat dan satu yang meninggal sedang menuju perjalanan ke Surabaya," pungkas Marlinda.**
Editor: Yayan Sofyan