Derenten Bandung Kini Disegel

Foto: Humas Pemkot Bandung.
Kebun Binatang disegel dan tertutup untuk umum, dan Pemkot berencana akan melakukan seleksi pengelola baru dalam jangka tiga bulan ke depan.
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
DIBERITAKAN, Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) disegel. Izinnya dicabut oleh Kementerian Kehutanan.
Dengan kata lain, tempat rekreasi keluarga yang telah melegenda sejak zaman baheula di Jalan Tamansari Bandung itu ditutup.
Mengecewakan
Betapa mengecewakan keputusan itu. Publik tidak punya akses masuk kembali ke tempat bersejarah peninggalan Belanda yang dibangun lebih dari seabad lalu sebagai tempat rekrasi unik dan murah.
Kebun binatang Bandung dibuka sejak 1933 dengan nama Bandoengsche Zoologisch Park (BZP). Urang Bandung menyebutnya Derenten asal-usul dari kata dierentuin yang artinya kebun binatang.
Kebun Binatang Bandung tertua kedua setelah Kebun Binatang Rawamangun di Jakarta yang kini dikenal sebagai Taman Margasatwa Ragunan yang dibuka pada tahun 1864 di Cikini dengan nama "Planten en Dierentuin".
Semula Belanda membangun BZP untuk tujuan konservasi lahan seluas 14 hektare. Sekaligus tempat penelitian hewan, khususnya spesies yang terancam punah seperti gajah, harimau, singa, dan zebra melalui program pengembangbiakan (breeding program).
Tapi rencana itu kemudian berubah menjadi fasilitas khusus hewan yang dipelihara dalam kandang untuk dipamerkan kepada publik. Tempatnya dibuat senyaman dan sealami sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan identitas kota Bandung.
Tapi tenyata identitas kota Bandung itu tidak bertahan dalam ujian waktu seabad. Alternatif pilihan hanya menyisakan Lembang Oark and Zoo di Lembang.
Padahal di tempat lain, kebun bintang serupa dimanjakan oleh pemerintah setempat seperti Batu Secret Zoo di Batu, Malang, Jawa Timur dan Bali Zoo di Gianyar, Bali.**

