Bung Karno Nonblok, Prabowo Go To The Block

Foto : Istimewa
Presiden Prabowo dan Donald Trump
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior))
DULU Bung Karno mati-matian mempertahankan prinsip Nonblok, bebas aktif tidak kemana mana dan tidak ada di mana mana. Tidak ikut Nikita Krushchev (1953-1964) dari Uni Soviet ( yang dianggap blok Timur) pun tidak juga ikut Jhon F Kennedy (1961-1963) pemimpin Amerika Serikat yang dianggap kiblat geopolitik barat.
Bung Karno malah mengajak Fidel Castro dari Kuba membentuk The New Emerging Forces sebagai kekuatan baru dengan nama gerakan nonblok
Teu kaditu teu kadieu, kata Boys Iskandar dari grup diskusi ngadu bako. Meski begitu sela Wisnu Wardhana, S.H., M.H,. Amerika Serikat tetap menganggap Sukarno/Indonesia lebih condong ke RRT representasi geo politik timur.
Akibatnya, sampai-sampai Sukarno dan rombongan dicuekin Presiden Dwight D. Eisenhower gara-gara dalam rombongan Bung Karno turit serta DN Aidit sang Ketua Comitee Central Partai Komunis Indonesia (CC PKI).
Alih-alih Sukarno memilih geo politik non blok, eh ,,(kata Wisnu ) masalah Presiden Prabowo membuat alur politik baru go to the block
Ketika pecah perang Amerika-Israel kontra Iran, Prabowo segera menawarkan jasa untuk ikut terlibat. Itu bukti bahwa Indonesia telah go to the blok dengan menawarkan diri sebagai penengah.
Kata Wisnu hati-hati melerai orang berkelahi, salah-salah bisa kena bogem mentah. Nia baik tak selalu berhasil baik.
Nah tuh mas Bowo!