As Suffah Kobong Pertama di Dunia

Foto : Istimewa
Bekas lokasi As Suffah jalan menuju Raudah di Masjid Nabawi
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
PASCA-diangkat menjadi Rasul, Muhammad SAW segera membangun lembaga pendidikan Islam. Yang pertama tentu di Mekkah. Di sana didirikan dengan nama Darul Arqom. Nama itu sesuai dengan nama yang punya rumah, Al Arqom bin Abi Arqom.
Pemuda Al Arqom, konon waktu itu usianya baru 16 tahun, Dia merelakan rumahnya digunakan Rasulullah untuk menjadi sekolah Islam pertama di dunia.
Dipilihnya rumah Al Arqom, karena rumah itu berada di tempat sepi dan aman. Rumah ini berada di bukit Ma',la, jauh dari pantauan kaum kafir Quraisy yang terus mengintai dan hendak mencelakai Rasul.
Pelajaran yang diberikan sangat dasar sekali terbatas pada penanaman akidah, mengakui keberadaan Allah dan kewajiban menyembahnya. Ada beberapa orang yang masuk Islam di sana di antaranya Umar bin Khattab dan anaknya yang baru berusia 10 tahun, Abdullah bin Umar bin Khattab.
Umar yang tadinya tidak mendukung Rasul tetapi kemudian berikrar masuk Islam. Dan belakangan malah menjadi sahabat dan termasuk Khulafaur Rasyidin yang meneruskan kepemimpinan, Islam pascarasul wafat. Mereka, Abu Bakar Assyidiq, Umar bin Khattab Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.
Umar setelah mengucapkan dua kalimat syahadat bersama putranya, Abdulah ikut hijrah ke Madinah. Waktu masuk Islam Abdulah baru 10 tahun dan merupakan Muhajirin termuda yang ikut hijrah
Di Madinah setelah selesai membangun masjid Nabawi, Nabi Muhammad SAW mendirikan lembaga pendidikan Islam yang diberi nama As Suffah. Tempatnya di serambi Masjid Nabawi yang pertama sekali luasnya sekitar 1.000 meter persegi. Di serambi belakang didirikan As Suffah sekitar 300 meter persegi.
Peserta didiknya adalah para sahabat dan putra-putranya. Ada Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Mas'ud, Billal bin Rabah Salman Al Farisi dan lain-lain.
Ketika turun perintah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah di Mekkah sekitar 17 bulan setelah berada di Madinah maka bagian Masjid Nabawi yang tadinya muka menjadi belakang.
Rasul memerintahkan bagian belakang itu dibuatkan ataf dengan luas sekitar 300 meter. Bagian yang terbuka tiga sisinya itulah yang kemudian dijadikan embaga pendidikan Islam pertama di Madinah. Tempat itu menjadi cikal bakal kobong yang sekarang dimiliki pondok pesantren.
Di pondok atau kobong itulah tingal siang dan malam para sahabat yang berniat menuntut ilmu. Mereka adalah kaum Muhajirin yang ikut sebelum dan sesudah hijrah bersama Rasulullah. Mereka diterima dengan baik dan bersahabat oleh kaum Anshar yang merupakan penduduk Madinah yang mendukung hijrah.
Umumnya kaum Muhajirin miskin karena niatnya untuk menyelamatkan diri dan Islam dari kedzaliman dan penindasan kaum Quraisy. Jadi tidak memikirkan bekal untuk hidup di Madinah yang berjarak sekitar 400 km.
Meski begitu orang yang berpunya pun lebih suka tinggal di Kobong As Suffah itu. Untuk biaya hidup mereka tergantung pada infaq shodaqoh kaum Anshar. Nabi sekalipun jika menerima shodaqoh langsung disumbangkan untuk makan para ahlus Suffah (penghuni Kobong As Suffah).
Di pondok pesantren pertama dan terbuka itu mereka belajar siang malam. Metode pembelajaran sudah meningkat daripada yang dipelajarkan di Darul Arqom Mekkah. Di AS Suffah sudah dipelajari cara cara ibadah termasuk membaca Al Qur'an.. Jumlah santri angkatan pertama diperkenalkan sekitar 70 sampai 8O orang.
Abu Hurairah sendiri datang belakangan dari Yaman dengan niat bertemu Rasul dan masuk Islam. Selanjutnya Abu Hurairah yang nama aslinya Abdulrahman bin Saker ad Dawsi menjadi sahabat Rasul yang paling dekat.
Abu Hurairah dikenal sebagai pengumpul riwayat yang menjadi sumber Harits. Konon beliau berhasil mengumpulkan sekitar 5.274 rawi di atas Abdullah bin Umar yang mengumpulkan sekitar 2.624 rawi.
Setelah Rasul wafat mereka tersebar menjadi penyebar Islam yang militan sehingga menjadi kelompok penganut agama terbesar di dunia. Konon dari 8,1 miliar jumlah penduduk dunia, tshun 2024-2025 pemeluk Islam kini adalah 2,2 miliar.
Wallahu alam bishawab.**