Ahmad Heryawan Gubernur Jabar Paling Pelit

Foto: instagram @aheryawan)
Ahmad Heryawan (Aher)
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
DALAM upaya mendapatkan dukungan untuk pemekaran kabupaten atau Daerah Otonomi Baru (DOB), Januari 2010 lalu empat Presidium Pemkab Baru yakni Tasikmalaya Selatan, Garut Selatan Cianjur Selatan dan Sukabumi Utara, dikawal Forum Jabar Selatan, bertemu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.
Dalam bincang bincang selepas solat magrib di mushola belakang gedung Pakuan, seorang utusan dari Sukabumi yang mengaku sekampung dengan Kang Aher--panggilan akrab Ahmad Heryawan -- berkata begini:
"Menurut koran Bapak ini Gubernur Jawa Barat yang paling pedit (pelit). Ucapan itu spontan disamber ketawa ngakak kang Aher, juga disambut ketawa riuh seluruh hadirin.
Pada prinsipnya kata Kang Aher, selaku Pemimpin Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung upaya pemekaran beberapa kabupaten yang termasuk wilayah Jawa Barat bagian Selatan. Tapi kita harus punya infrastruktur politik lebih dulu, berupa Perda Pengembangan Jawa barat bagian selatan ,dan itu akan saya siapkan. Jika ada masukan silakan sampaikan.
Berapa hari setelah itu saya dan beberapa wartawan berangkat ke Lampung dan Jambi. Ada dua keanehan yang terjadi pada politikus iPKS itu. Pertama ketika kami para pejuang pemekaran pamit pulang, gubernur paling pelit itu ternyata nyangonin ( mekelan) kami. Dalihnya pengganti uang bensin.
Keanehan kedua ketika kami lapor mau tur ke Lampung dan Jambi beliau juga mekelan, seraya berpesan untuk melihat tanaman Ssngkong dan pohon jabon (sejenis akasia) yang sedang dikembangkan di Lampung, serta perkebunan kelapa sawit di Jambi.
Di Lampung kami berkunjung ke perkebunan singkong dan jabon milik pengusaha minyak Arifin Panigoro. Pengusaha dan politikus PDI-P itu menanam pohon singkong di areal tanah 120 ribu hektare, dan pohon jabon seluas seribu hektare.
Bahkan diapun juga membangun pabrik pengolahan bioethanol ( bensin) dan industri polywood dengan bahan baku kedua jenis tanaman itu. Singkong dengan varietas Al Hidayah yang ditemukan para santri pondok pesantren Al Hidayah.
Sedangkan Jabon (Antosephslus Cadamba) adalah tanaman asli Asia (Selatan dan Tenggara)
Cerita d perjalanan kami masih panjang dn insyaallah akan saya teruskan.
Cag sampe sini dulu, mengutip pantun Sunda, teundeun di handeum sieum, tunda di hanjuang siang, paranti nyokot ninggalkeun.**