Bandung - Garut Tanpa getaci

Tol Gedebage Tasikmalaya Cilacap (getaci).
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
PEMANDANGAN kemacetan jalur Bandung-Garut semakin parah terlebih pada momen arus mudik dan balik selama Lebaran tahun 2026.
Titik krusial meliputi kawasan Nagreg, Limbangan, Malangbong, hingga Kadungora, menyebabkan kemacetan kerap terjadi pada jalur jalan arteri sepanjang 20 kilometer.
Demikian juga jalur utama Nagreg arah Bandung-Tasikmalaya dan Garut melewati Limbangan-Malangbong, dan ruas Leles-Kadungora terpantau padat merayap. Bahkan stagnan. Sama sekali tidak bisa bergerak.
One Way: Obat Oles!
Penerapkan sistem buka-tutup (one way) secara situasional oleh kepolisian di sejumlah titik-titik krusial di Nagreg, Leles dan Kadungora.
Pada puncak arus mudik Lebaran 2026, tercatat rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Ternyata sekitar 270 ribu kendaraan keluar dari wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek). Gelombang mudik total mencapai 3,25 juta kendaraan, naik dibandingkan tahun sebelumnya
Kebijakan polisi untuk mengurai kepadatan hanyalah obat "oles". Terapi sesaat yang tidak menyembuhkan.
Bersandar pada Getaci
Jika trans Jawa sekitar 1.167 kilometer bisa menghubungkan ujung barat (Merak, Banten) hingga ujung timur (Banyuwangi, Jawa Timur) Pulau Jawa Utara.
Maka, untuk mengurangi kepadatan kendaraan dan melancarkan arus mudik dan balik di selatan Jawa maka Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap) adalah solusi.
Sayangnya, mulai konstruksi jalan tol ini baru dimulai pada tahun 2026 setelah mengalami gagal lelang sebelumnya. Proyek ini diproyeksikan selesai dan beroperasi penuh pada tahun 2029.
Tol Getaci diproyeksikan menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia dengan total panjang mencapai 206,65 km. Tol ini menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah, dengan rincian 169,09 km di Jawa Barat dan 37,56 km di Jawa Tengah.**

