Sunni di Pusaran Syiah Iran

Foto : Istimewa
Republik Islam Iran dengan mayorotas Syiah
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
IRAN secara historis merupakan negara mayoritas muslim Sunni. Antara abad ke-7 hingga ke-15, Iran pernah berjaya sebagai kawasan dinasti muslim di Asia Barat Daya ini didominasi mazhab Syafi'i dan Hanafi.
Iran baru bertransformasi menjadi negara mayoritas Syiah sejak abad ke-16. Tepatnya pada tahun 1501 pada era Dinasti Safawi menetapkan Syiah Itsna Asyari (Dua Belas Imam).
Dipertegas lagi oleh Revolusi Iran 1979. Peristiwa sejarah di era moderen ini signifikan yang mengubah Iran dari monarki sekuler menjadi Republik Islam yang berbasis pada doktrin Wilayat al-Faqih (Perwalian Fakih/Ulama).
Konsep ini dirumuskan oleh Ayatullah Ruhollah Khomeini yang mempertegas bahwa pemerintahan Islam harus dipimpin oleh ulama yang adil dan berilmu (faqih) selama masa kegaiban Imam Mahdi.
Meskipun berbentuk Republik -- melalui referendum 1 April 1979 -- negara Iran dibangun dengan struktur utama teokrasi Islam Syiah secara menyeluruh dalam sistem negara. Pemimpin tertinggi dipegang oleh Pemimpin Agung (Rahbar).
Singkat kata, 1501 adalah titik awal Syiahisasi Iran secara resmi (terpisah dari Ottoman), dan 1979 adalah titik balik Syiah menjadi sistem politik pemerintahan.
Sunni Jadi Minoritas
Teologi Sunni di Iran menurut data 2026 hanya dikisaran 10% dari populasi penduduk. Atau menjadi minoritas.
Itu pun Sunni hanya terkonsentrasi di daerah perbatasan yang jauh dari Teheran yakni Sistan-Baluchistan, Kurdistan, dan Turkmen.
Berbanding terbalik dengan penduduk Iran yang Syiah. Di negara Republik Islam Iran (2026) tercatat total populasi muslim sekitar 90-95% penduduk Syiah, khususnya Syiah Dua Belas Imam dan menjadikannya negara dengan populasi Syiah terbesar.
Ketegangan Sektarian
Babak baru Iran dan Syiah menciptakan ketegangan sektarian yang tajam di Timur Tengah. Juga memicu berbagai konflik panjang dengan Sunni di beberapa negara tetangga yang masih terjaga di sisa wilayah peninggalan kekaisaran Ottoman antara lain Lebanon, Irak, Suriah, dan Yaman.
Juga membawa pergeseran budaya yang drastis. Negara Islam ini menekankan nilai-nilai Islam, kesyahidan, dan keadilan sosial, serta orientasi politik luar negeri terhadap Barat terutama Amerika Serikat dan "koncone" Israel dan Kerajaan Saudi Arabia.**

