Makar No! Mekar Yes!

Dedi Asikin
Logo CDOB Kabupaten Tasikmalaya Selatan.
Oleh Dedi Asikin
(Wartawan Senior)
TERTARIK sekaligus terharu perasaan seorang tua yang sudah aki-aki pisan adalah sebuah hal yang wajar.
Kemarin di bawah ucapan "Selamat Lebaran" dari Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Tasikmalaya Selatan ada tambahan adagium "Makar No Mekar Yes". Prinsipnya benar sekali.
Dulu tahun 2009 dipantai Sindangkerta Kecamatan Cipatujah kami mendeklarasikan nawaetu membentuk Kabupaten Tasikmalaya Selatan. Bukan mau makar atau menjadi kelompok separatisme tapi sekadar ingin agar pelayanan terhadap masyarakat bertambah baik dan pembangunan bertambah lancar dsn cepat. Hanya Itu, lain tidak!.
Tapi semboyan yang dibuat Raden Rahmat Ketua Presidium CDOB Tasikmalya Selatan mungkin terlalu singkat dan padat, maka harus dicari sebuah kalimat pendek yang menggambarkan sebuah tekad untuk berbuat yang lebih baik lagi ke depan. Saya sampaikan beberapa kalimat pilihan:
- Tanah Mukti Sagara Jaya.
- Galunggung Jaya dar Selatan.
- Lembur Matuh Banjar Karang Pamidangan.
- Weduk Parung gagah Karang tandang.
Dalam peta Kabupaten Tasikmalaya Selatan harus ada latar warna hijau, melambangkan kesuburan tanah yang memberi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Juga warna kuning melambangkan ekonomi rakyat dan warna biru menggambarkan kegagahan dan kemegahan Gunung Gslunggung.
Ada sungai yang melintas di sana Ciwulan, Cilsangla dsn Cijalu. Juga harus ada gambar perisai yang menggambarkan kesamaptaan pertahanan wilayah.
Ditambah gambar bambu runcing yang menggambarkan keberhasilan bangsa Indonesia mengusir tentara sekutu dengan menggunakan senjata tradisional, bambu yang satu ujungnya diruncingkan sambil diberikan ziad doa dari kiyai.
Kalau susah-susah dengan sedikit anggaran moto semboyan dan peta bisa didapat lewat sayembara.
Prung rek berjuang mah hey budah budah laut. Tapi ingat pesan mang Ihin (Solihin GP):
"Leuweung ulah rusak, cai ulah saat, rahayat ulah balangsak".**