Shut Up KDM!

Foto : Istimewa
Spanduk "Shut Up KDM" dibentangkan di Stadion GBLA saat Persib bertanding melawan Arema FC.
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
Spanduk bertuliskan "Shut Up KDM" dibentangkan oleh Bobotoh di tribun utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC, Jumat (24/4/2026) malam menyisakan tanya.
Berhenti Bicara
Shut up berarti "diam", "tutup mulut", atau "berhenti berbicara". Ini adalah perintah langsung yang kasar dan memaksa. Bahkan tidak sopan.
Sepadan dengan kata itu, kata perintah "Just shut up!" yang berarti "Diam saja!". Tapi lebih lembut. Apalagi jika menggunakan kata "please" sebagaimana "please be quite" diksi yang jika terjemahan yang sama, tapi lebih santun lagi.
Pengingat saja!
Spanduk besar itu alih-alih bisa dipahami sebagai kritik, lebih tepat disebut sebagai pengingat kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Bahwa ada dugaan panggilan untuk Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dinilai mencari panggung politik -- terutama terkait unggahan soal bantuan dana Rp1 miliar dari politikus Maruarar Sirait -- tak sepenuhnya tepat.
Apalagi KDM sudah mengklarifikasi sekaligus menegaskan tidak ingin Persib dibawa ke ranah politik. Jauh pula dari niat mengeksploitasi. Sebab, kata KDM bisa mengganggu performa dan profesionalisme Persib.**