Bisa di Mulut Zulhas

Foto : Istimewa
Zulkifli Hasan
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
ADA beberapa komentar berbau reaksi dan kritik atas ucapan Zulkifli Hasan (Zulhas) tentang rakyat yang tugasnya hanya bayar pajak dan tak usah mikirin pemerintah. Itu mah bukan sekadar ditolak balik tapi sudah menyinggung hak kedaulatan dan pemilik negeri ini.
"Rakyat bisa marah dan mencabut mandat kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara," kata RH yang minta namanya disingkat. Itu candaan yang tidak lucu kata yang lain.
Zulhas Itu diibaratkan bagai ular berhisa yang bisa membuat rakyat mengerang dan kemudian balik menyerang. Jenis ular berhisa Itu ada king kobra, ular welang ular weling ular laut dan lain lain.
Maksudnya bisa jadi Zulhas cuma bercanda. Tapi kejadiannya bukan cuma kalimat tentang rakyat bayar pajak saja. Salah satunya pernah terjadi di pembukaan Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) bulan Desember 2023 di Semarang.
Saat iti Zulhas hadir sebagai menteri Perdagangan dan juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional. {PAN). Disana dia mengejutkan semua yang hadir. Katanya sekarang sekarang ini ada pendukung (Prabowo) yang tidak mengucapkan kata Aamiin selesai imam membaca surat Fatihah. Selain Itu pada waktu pembacaan tasyahud akhir tangan tidak hanya satu tepi dua yang menunjuk.
Tim Sukses Nasional Anis Muhaimin (Amin) memang cuma sekeaar menyebut keterlaluan dan tidak selayaknya. Tapi Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) menganggap canda Ibnu Hasan Itu sebagai penistaan agama. Ujung-ujungnya mengadu ke Mabes Polri.
Tapi bahwa perkara Itu layu sebelum berkembang, itu menandakan keadilan hukum yang jomplang. Ibarat membelah bumbu, injak yang bawah sambil angkat yang atas.
Hati hati, ada bisa di mulut Zulhas pungkas Cecep Juhanda di group diskusi ngadu bako**