Upacara Ritual Damar Sewu Mengawali Tradisi Seren Taun di Cigugur Kab.Kuningan

Foto: Whyr
Upacara ritual Damar Sewu mengawali tradisi Seren Taun di Cigugur Kabupaten Kuningan
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Ritual Damar Sewu di sepanjang jalan mulai menyala di kawasan Paseban Tri Panca Tunggal Kelurahan/Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Ritual ini mengawali upacara adat Seren Taun Rayagung 1959 Saka atau Seren Taun 2026, dibuka oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Rabu (3/6/2026) pukul 19.30 WIB.
Tradisi ritual adat ini bukan sekadar seremoni tahunan. Nyala seribu pelita seolah menjadi penanda bahwa tradisi, nilai-nilai luhur, dan warisan budaya leluhur masih hidup dan terus dijaga di tengah perubahan zaman.
Pembukaan Damar Sewu disaksikan puluhan masyarakat adat, tokoh budaya, tokoh agama, unsur Forkopimda, hingga tamu undangan dari berbagai daerah.
Tampak hadir anggota DPD RI Arya Wedakarna, Ketua Yayasan Tri Panca Tunggal Dewi Kanti Setianingsih, Pangeran Gumirat Barna Alam, Allya Djatikusuma, para budayawan, seniman, serta masyarakat yang di kawasan Paseban.
Bupati Kuningan mengatakan, cahaya seribu pelita memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar penerangan.
“Melalui ritual Damar Sewu, kita tidak hanya menerangi kegelapan malam. Lebih dari itu, kita sedang menegaskan pesan simbolik yang sangat kuat bahwa cahaya kearifan lokal harus tetap menyala,” ujar Dian.
Mengusung tema “Merawat Prasasti Peradaban Budaya untuk Masa Depan Bangsa”, Seren Taun tahun ini menjadi ajakan bersama untuk menjaga identitas budaya sebagai benteng peradaban di tengah derasnya arus globalisasi.
“Martabat suatu bangsa diukur dari sejauh mana mereka menghargai budayanya sendiri. Kehilangan budaya berarti kehilangan identitas, dan kehilangan identitas berarti runtuhnya sebuah peradaban,” tegas bupati.
Bupati mengajak masyarakat, untuk terus menjaga semangat persaudaraan, toleransi, gotong royong, dan harmoni sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Kuningan.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman