Presiden Jancukers Sudjiwo Tedjo Hadir di Acara Seren Taun Kuningan

Foto: Whyr
Presiden Jancukers Sudjiwo Tedjo hadir ditengah rangkaian kegiatan tradisi ritual SerenTahun 1959 Saka Sunda, yang digelar di Cagar Budaya Bale Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur, Kuningan, Jawa Barat,
KUNINGAN, Kejakimpolnews.com -- Presiden Jancukers Sudjiwo Tedjo hadir di tengah rangkaian kegiatan tradisi ritual SerenTahun 1959 Saka Sunda, yang digelar di Cagar Budaya Bale Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, Jumat (5/06/2026) pukul 17.00-21.00 WIB.
Kehadiran budayawan ini sebelumnya singgah di Padepokan Bumi Seni Tarikolot didampingi Yusup Oeblet Musisi Tabuhan Nusantara, sekaligus sebagai Owner BST (Bumi Seni Tarikolot) Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, Kuningan.
Saat ramah tamah di ruang Sri Manganti, Mas Sudjiwo Tedjo menyerap aspirasi tentang keberadaan masyarakat adat di Cigugur, khususnya perhelatan ritual Seren Taun yang digelar setiap tahun.
Sesuai tema "Merawat Prasasti Peradaban Budaya Untuk Masa Depan Bangsa", Mas Tedjo menyampaikan apresiasi dengan digelarnya tradisi dan memberi acungan jempol atas digelarnya pertunjukan seni, yang melibatkan anak-anak SD/SMP/SMA dan mahasiswa Universitas Indonesia.
Hal senada disampaikan Yusup Oeblet, talenta anak-anak di bidang seni budaya merupakan aset masa depan sebagai pewaris untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur, ungkapnya.
Sementara itu, kunjungan Mas Tedjo disambut Bang Save Dagun suami dari Ratu Nana Paseban, yang menghadiahkan sebuah Buku berjudul "Kamus Ilmu dan Bahasa" sebagai tanda persahabatan.
Sebuah karya yang tak ternilai dari Bang Save Dagun. Sebuah karya yang dijalani dengan tanggung jawab dan kesungguhan. Ia menyusun "Buku Kamus Ilmu dan Bahasa" itu selama 30 tahun.
Rentang waktu yang tentunya membutuhkan energy besar, ketelitian, ketekunan, dan ribuan kali menganalisa referensi serta berbagai rujukan untuk terus melengkapi, menyempurnakan Buku Kamus Ilmu dan Bahasa tersebut.
Pencapaian karya buku ini, kata Oeblet belum tentu semua penulis sanggup melakukannya. "Buku ini saya hadiahkan untuk Mas Tedjo, semoga bermanfaat untuk anak-cucu kita di masa depan," kata adik dari Rikard Bangun, mantan petinggi redaksi Kompas yang kini menjadi warga adat paseban Cigugur.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman