Kepala SMP se Kabupaten Kuningan Ikuti Retret Sekaligus Pembekalan Pendidikan Karakter

foto

Foto: Whyr

Para kepala SMP se Kabupaten Kuningan ikuti retret.

KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Pembekalan Pendidikan Karakter (Character Building) melalui Retret bagi kepala sekolah SMP se-Kabupaten Kuningan, berlangsung selama tiga hari di Aula kawasan Kebun Raya Kuningan, Desa Padabenghar, Kecamatan Pasawahan, 21-23 Agystus 2026.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat tampil sebagai Key Not Speaker, mengatakan tugas kepala sekolah bukan sekadar bertugas membangun sarana dan prasarana sekolah, mengejar prestasi, maupun memastikan kelengkapan administrasi, tetapi memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar, yakni membangun manusia.

"Sesungguhnya yang sedang dibangun oleh para kepala sekolah adalah manusia, bukan sedang membangun fisik,” tegasnya.

Bangunan sekolah dapat direnovasi, kurikulum dapat diperbaiki dan teknologi akan terus berkembang. Namun, proses membentuk manusia memiliki dampak yang jauh lebih panjang karena berkaitan dengan masa depan anak, keluarga, masyarakat, hingga arah pembangunan daerah.

Bupati Dian menempatkan pendidikan sebagai investasi utama dalam pembangunan Kabupaten Kuningan. Ia mencontohkan Singapura yang sejak puluhan tahun lalu menyadari bahwa keterbatasan sumber daya alam harus diimbangi dengan investasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Membangun manusia itu merupakan sebuah investasi, bukan biaya,” katanya.

Target tersebut papar Dian, membutuhkan kerja yang tidak biasa. Seluruh insan pendidikan harus berani melakukan perubahan dan menghadirkan lingkungan sekolah yang membuat anak bukan sekadar datang karena kewajiban, tetapi benar-benar memiliki keinginan untuk belajar.

Ia berharap sekolah dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, menyenangkan, sekaligus mampu mengembangkan potensi setiap peserta didik. Sebab, setiap anak memiliki bakat dan keunggulan yang berbeda.

Bupati Dian menyebut kepala sekolah sebagai agen perubahan sekaligus arsitek budaya sekolah. Budaya yang dibangun oleh seorang kepala sekolah, menurutnya, akan sangat menentukan karakter seluruh ekosistem pendidikan di sekolah tersebut.

“Jika kepala sekolah rajin membangun budaya disiplin, maka sekolah akan disiplin. Jika membangun budaya belajar, maka budaya belajar akan kental. Jika membangun budaya saling menghargai, maka anak didik dan gurunya akan saling menghargai,” jelasnya.

Melalui kegiatan retret dan pembekalan tersebut, Dian berharap para kepala sekolah semakin solid, memiliki semangat perubahan, serta mampu memperkuat karakter dan budaya positif di lingkungan sekolah.

“Perubahan besar dimulai dari perubahan-perubahan kecil. Satu guru berubah, satu kelas berubah. Satu kelas berubah, satu sekolah berubah. Satu sekolah berubah, Kabupaten Kuningan akan berubah,”.**

Author: WHJR
Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya