Banjir dan Longsor Terjang Lembang, Seorang Warga Tewas Tertimbun Material

Foto: Instagram/Pemdes Lembang
Banjir menggenangi perempatan Jalan arah Subang, Pasar Panorama, Lembang. Antrean kendaraan Sabtu malam mengular.
LEMBANG, KejakimpolNews.com - Hujan deras yang mengguyur kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (5/7/2025) sore hingga malam menimbulkan bencana longsor dan banjir di sejumlah titik.
Tak hanya banjir, tebing longsor pun terjadi materialnya menimpa rumah warga Kampung Cisalasih, RT 01 RW 05 Desa Cikidang. Akibatnya, salah seorang penghuni rumah bernama Andri tak terselamatkan jiwanya. Ia tewas tertimbun material bangunan dan tanah longsor.
Menurut keterangan, sebelum rumahnya tertimpa longsor, Andri sedang beristirahat di kamarnya dan diluar hujan turun dengan deras. Sesaat kemudian; tiba-tiba tebing setinggi 7 meter yang berada di belakang kamar longsor.
Saat itulah material tanah dan bebatuan serta tembok rumahnya ambruk menimbun tubuh Andri yang tertidur pulas. Iapun menjadi korban karena gagal menyelamatkan diri ke luar rumah.
Iyan salah seorang saksi mata atau tetangga korban menuturkan, sebelum korban tewas tertimbun, korban sempat makan di rumahnya. Setelah itu, ia minta pulang mau istirahat
Iyan mengira, longsor menimpa bangunan belakang rumahnya namun setelah dicek, ternyata ruang kamar yang ditempati korban. Saat itulah ia dan beberaoa warga datang menolong, tetapi tak mampu menyelamatkan korban.
Sementara di kawasan lainnya, banjir menggenangi Jalan Panorama atau depan Pasar Lembang pada Sabtu malam. Akibatnya, antrian kendaraan tak terbendung. Ketinggian air terutama di depan Pasar Panorama sekitar 30 hingga 50 centimeter.
Arus lalu lintas sempat macet total, karena permukaan jalan antara Lembang ke arah Subang dan Lembang-Bandung tertutup genangan air, hingga membuat antrean kendaraan mengular dan macet panjang di beberapa titik.
Warga mengaku, Lembang belakangan ini kerap disergap banjir. Hal ini ada dugaan karena di daerah Lembang banyak bukit dan hutan, termasuk kebun teh dibangun rumah, dan kawasan wisata hingga hutan dan pepohonan dibabat.
Akibatnya, jika hujan datang, airnya tak terbendung dan langsung meluap ke jalan sehingga menyebabkan banjir. Bahkan pada Sabtu (5/7/2022) malam kondisinya sangat parah sekali.
Author: Sonni Hadi
Editor: Sonni Hadi