3 Tewas 70 Anggota Majelis Taklim Lainnya Luka Parah Tertimpa Bangunan Roboh saat Peringatan Maulid Nabi di Ciomas Bogor

Foto: Dok/BPBD Kab. Bogor
Para petugas Polri, TNI, dan BPBD Kabupaten Bogor tengah membersihkan areal bangunan roboh dabn mengevakuasi korban.
BOGOR, KejakimpolNews.com - Sebanyak 3 orang tewas dan 70 orang terluka akibat bangunan ambruk menimpa jamaah majelis taklim yang tengah mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
Insiden yang membuat kepanikan orang ini berlangsung di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (7/9/2025).
Jerit tangis dan teriakan minta tolong seketika terdengar sesaat setelah bangunan tempat mereka merayakan Maulid Nabi Muihammad SAW itu mendadak ambruk. Warga sekitar langsung berbondong-bondong mendatangi areal bangunan roboh, selanjutnya bahu membahu menolong korban dengan alat seadanya.
Tak lama kemudian tim dari BPBD Kabupatan Bogor, TNI dan Polri berdatangan membantu menolong korban.
Kapolres Kabupaten Bogor, Wikha Ardilestanto saat meninjau di lokasi kejadian Minggu sore mengatakan, tiga orang meninggal dunia dan 70 korban lainnya telah dievakuasi dan kini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten dan Kota Bogor.
Bangunan dua lantai tersebut itiu mendadak ambruk pada pukul 08.30 WIB saat ada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurut BPBD Kabupaten Bogor, ada lebih dari 50 orang tertimpa bangunan. Sebanyak 30 orang luka-luka. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit berbeda di Bogor.
Sejumlah saksi mata mengatakan dan menduga, bangunan ini ambruk karena kelebihan orang. Bangunan ini maksimal hanya mampu dimasuki 30 sampai 50 orang. Tetapi yang datang pada acara Maulidan saat itui mencapai 150-200 orang.
Karena kelebihan beban itulah bangunan dua lantai ini tiba-tiba bangunan roboh dan materialnya ambruk menimpa jemaah berbagai usia, dari mulai anak-anak hingga dewasa, bahkan ada ibu hamil dan bayi.
Hingga berita ini dimuat, petugas dari Polri, TNI, BPBD Bogor, dan relawan serta seluruh elemen masyarakat masih terus membersihkan areal ambrukanya bangunan untuk mengevakuasi para korban.
RSUD Kota Bogor Rawat 28 orang
Sementara itu kortban yang dirawat di RSAUD Kota Bogor sebanyak 28 korban. Mereka rata-rata luka. Awalnya kata Dirut RSUD Kota Bogor Kota Bogor Ilham Chaidir, yang dirawat 29 orang, tetapi 1 orang dirujuk ke PMI karena keluarganya di (dirawat).
Baca juga:
Dari total 28 orang dirawat, lanjut Ilham, tiga orang luka berat dan lainnya mengalami luka sedang dan ringan. Korban luka berat mengalami luka di kepala dan perut karena tertimpa material bangunan yang runtuh.
Tercatat, ada tiga orang dengan kondisi luka berat, yaitu mengalami cedera kepala, patah tulang, dan dugaan perdarahan dalam perut akibat tertimpa tembok beton. Sedangkan yang luka sedang ada 17 orang. Sisanya luka ringan.
Di antara para korban terdapat anak berusia 2,5 tahun dalam kondisi kritis. Saat ini masih dalam perawatan intensif di RSUD Kota Bogor.
Anak kecil tersebut cedera kepala berat. Saat ini kondisinya kritis dan sedang menunggu asesmen dari tim bedah saraf, kemungkinanh akan dirujuk ke rumah sakit lain. Ada pula anak usia 15 tahun, tapi katanya, mayoritas berusia di atas 50 tahun," terangnya.**
Author: Sonni Hadi
Editor: Sonni Hadi
