Ketika 45 Jemaah PT MIW Kunjungi Sejumlah Wisata Religi, Ustaz Ude: Umrah Itu Gemblengan

Yayan Sofyan
Jamaah umrah PT Madinah Iman Wisata (MIW) Bandung berfoto bersama di Masjidil Harram.
JAKARTA, KejakimpolNews.com -- Sebanyak 45 jemaah umrah yang diberangkatkan PT Madinah Iman Wisata (MIW) Bandung dengan program “Umrah Plus Thaif dan Badar 9H” ini yang berangkat Kamis (2/7/2026), Sabtu 11/7/2026) malam tadi kembali tiba di Indonesia dan mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (11/7/2026) malam.
Di tanah suci puluhan jemaah ini bergabung dengan jutaan jemaah umroh lainnya dari banyak negara dan mengunjungi sejumlah objek wisata religi baik di Madinah dan Makkah, Arab Saudi dengan aman dan lancar.
Dalam beberapa kesempatan, Ustaz Dede S. Hidayat, pimpinan rombongan dan pembimbing serta dan Muhamad Amin sebagai Mutowif kerap melakukan evaluasi, sekaligus kajian dan pesan-pesan bagaimana makna umroh yang sebenarnya dilakukan para jamaah.
"Ingat, ini bukan sekadar umrah dengan mengunjungi sejumlah wisata religi. Umroh merupakan gemblengan mental, kataqwaan, kesàbaran, kesiapan fisik dan mental," kata Ustaz Ude, sapaan Dede S Hidayat ini.
Menurut Ude, di Masjid Nabawi, Madinah jemaah terlihat khusu melaksanakan sholat pardu 5 waktu, solat sunat lainnya, baca Alquran, dzikir, itikaf, bersedekah dan amalan lainnya.
"Nah gemblengan di tanah suci selama umrah harus ditindaklanjuti ketika kembali ke Indonesia. Selami 9 dinten umrah kedah aya tapakna. Sholat fardu 5 waktu dan sunat harus lebih khusuk. Baca Alquran, itikaf, dhikir, dan ibadah lainnya harus tetap dilakukan, bahkan ditingkatkan,"ungkap Ude.
Umroh, kata Ude, harus dengan niat tulus. Tidak semua orang, sambung Ude tidak punya kesempatan yang sama dipanggil Allah untuk umroh.
"Semoga ke-45 jamaah yang telah melakukan umrah ibadahnya diterima Allah SWT dan menjadi umroh yang mabrul dan mamburloh. Alhamdulillah kita telah kembali ke Indonesia dengan penerbangan Jeddah-Dohha-Soekarno Hatta dengan selamat dan umumnya sehat," ujar Ude.
"Jika ada yang sakit karena telah menjalani tahapan umroh yang melelahkan dan menguras fisik semoga jadi ibadah serta Allan mengampuni dosa kita," ujar Ude usai mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (11/7/2026) malam
10 Wisata Religi
Dari catatan yang dihimpun, saat menjalankan ibadah umrah, banyak jamaah yang memanfaatkan waktu di Tanah Suci untuk mengunjungi berbagai tempat bersejarah yang memiliki nilai spiritual mendalam.
Wisata religi yang bisa dikunjungi saat umrah tidak hanya memberikan pengalaman beribadah yang lebih bermakna, tetapi juga memperkaya pemahaman tentang sejarah Islam.
Dari Masjid Quba yang menjadi masjid pertama dalam sejarah Islam hingga Jabal Nur yang menjadi saksi turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, setiap tempat memiliki kisahnya sendiri yang penuh inspirasi.
Menjelajahi tempat-tempat ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menghadirkan pengalaman spiritual yang lebih mendalam selama perjalanan ibadah.
Saat menjalankan ibadah umrah, tidak hanya memiliki kesempatan untuk beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, tetapi juga bisa mengunjungi berbagai tempat bersejarah yang memiliki nilai spiritual tinggi. Beberapa tempat yang bisa dikunjungi saat umrah memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam.
Berikut adalah 10 wisata religi yang bisa kunjungi saat umrah
1. Masjid Quba
Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah. Masjid ini memiliki keutamaan luar biasa, di mana shalat dua rakaat di dalamnya memiliki pahala setara dengan satu kali umrah. Oleh karena itu, banyak jamaah umrah yang menyempatkan diri untuk datang ke sini dan melaksanakan shalat sunnah.
Masjid ini memiliki arsitektur yang indah dengan dominasi warna putih yang mencerminkan kesucian. Di sekelilingnya, terdapat area yang nyaman untuk beristirahat dan menikmati suasana Madinah yang tenang. Masjid Quba juga mudah dijangkau dengan kendaraan umum atau taksi dari pusat kota Madinah, sehingga kamu tidak akan kesulitan untuk berkunjung ke tempat bersejarah ini.
2. Gua Hira
Gua Hira terletak di puncak Jabal Nur, sekitar 3 km dari Masjidil Haram. Tempat ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena di sinilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini menjadi awal dari turunnya Al-Qur’an dan menjadi momen penting dalam sejarah Islam.
Untuk menuju gua ini, kamu perlu mendaki sekitar 600 anak tangga yang cukup curam dan berbatu. Meskipun perjalanannya menantang, banyak jamaah yang tetap berusaha mendaki untuk merasakan pengalaman spiritual yang mendalam.
Dari atas Jabal Nur, kamu juga bisa melihat pemandangan Kota Mekkah yang indah, sekaligus merenungkan bagaimana Nabi Muhammad SAW menjalani masa-masa awal kenabiannya di tempat ini.
3. Masjid Nabawi
Masjid Nabawi adalah salah satu masjid terpenting dalam Islam dan menjadi tempat yang sangat istimewa bagi umat Muslim. Masjid ini dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah dan menjadi tempat peristirahatan terakhir beliau. Di dalamnya terdapat Raudhah, sebuah area yang diyakini sebagai taman surga dan tempat yang mustajab untuk berdoa.
Jamaah yang datang ke Masjid Nabawi sering memanfaatkan waktu untuk beribadah sebanyak mungkin, karena suasananya yang tenang. Masjid ini juga memiliki fasilitas yang sangat baik, termasuk payung raksasa yang melindungi jamaah dari panas, serta sistem pendingin yang membuat suasana tetap nyaman meskipun Madinah terkenal dengan cuaca panasnya.
4. Jabal Uhud
Jabal Uhud adalah gunung bersejarah di Madinah yang menjadi lokasi terjadinya Perang Uhud antara kaum Muslimin dan Quraisy. Di tempat ini, banyak sahabat Nabi yang gugur, termasuk paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib. Sampai sekarang, makam para syuhada masih terjaga dan sering dikunjungi oleh jamaah yang ingin mengenang perjuangan mereka.
Gunung ini memiliki nilai sejarah yang mendalam karena menjadi saksi atas keteguhan iman para sahabat dalam mempertahankan Islam. Dari atas gunung, kamu juga bisa melihat pemandangan Kota Madinah yang indah. Meskipun tidak wajib dikunjungi dalam rangkaian ibadah umrah, tempat ini bisa menjadi pengingat tentang pengorbanan dan perjuangan dalam menegakkan agama.
5. Masjid Qiblatain
Masjid Qiblatain adalah masjid bersejarah di Madinah yang dikenal sebagai tempat di mana perintah perubahan arah kiblat dari Masjidil Aqsa ke Ka’bah turun kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam Islam dan menegaskan kemandirian umat Muslim dalam menjalankan ibadahnya.
Saat ini, masjid ini tetap menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh jamaah umrah. Masjid Qiblatain memiliki desain arsitektur yang indah dan suasana yang nyaman untuk beribadah. Di dalamnya, kamu masih bisa melihat bekas arah kiblat lama yang menjadi bagian dari sejarah perubahan kiblat dalam Islam.
6. Makam Baqi
Makam Baqi adalah pemakaman bersejarah di Madinah yang menjadi tempat peristirahatan banyak sahabat dan keluarga Nabi Muhammad SAW. Di antara yang dimakamkan di sini adalah Utsman bin Affan, istri-istri Nabi, dan beberapa anggota keluarga beliau. Tempat ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan sering dikunjungi oleh jamaah untuk berziarah dan mendoakan mereka yang telah wafat.
Meskipun sederhana, Makam Baqi memiliki suasana yang sangat tenang dan penuh dengan makna spiritual. Karena lokasinya yang dekat dengan Masjid Nabawi, kamu bisa menyempatkan waktu untuk berkunjung setelah shalat di masjid. Mengunjungi tempat ini bisa menjadi pengingat akan kehidupan setelah mati dan pentingnya selalu berbuat kebaikan selama hidup.
7. Masjidil Haram
Masjidil Haram adalah pusat ibadah dalam Islam dan menjadi tempat utama bagi jamaah umrah dan haji. Di dalamnya terdapat Ka’bah, yang menjadi kiblat umat Muslim di seluruh dunia. Setiap hari, jutaan orang datang untuk beribadah, melakukan tawaf, serta menjalankan berbagai ritual lainnya.
Selain Ka’bah, ada beberapa area penting di Masjidil Haram yang memiliki keutamaan, seperti Hijr Ismail, Multazam, dan Maqam Ibrahim. Setiap sudut masjid ini memiliki makna tersendiri, dan berada di dalamnya memberikan pengalaman spiritual yang luar biasa bagi setiap jamaah.
8. Gua Tsur
Gua Tsur adalah tempat di mana Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy saat hijrah ke Madinah. Allah melindungi mereka dengan membuat sarang laba-laba dan sarang burung di pintu gua, sehingga musuh mengira gua itu kosong dan tidak memeriksanya.
Untuk sampai di gua ini, kamu harus mendaki bukit berbatu yang cukup tinggi. Meski perjalanan menuju Gua Tsur cukup melelahkan, pengalaman spiritual yang didapat sangat berharga. Dari atas bukit, kamu juga bisa menikmati pemandangan luas ke arah Kota Mekkah.
9. Muzdalifah
Muzdalifah adalah tempat yang terletak di antara Arafah dan Mina, yang menjadi tempat bermalam bagi jamaah haji setelah wukuf di Arafah. Di sini, jamaah mengumpulkan batu-batu kecil yang akan digunakan untuk melempar jumrah di Mina.
Meskipun bukan bagian dari umrah, mengunjungi Muzdalifah bisa memberikan gambaran tentang perjalanan ibadah haji. Tempat ini menjadi saksi bagaimana jutaan jamaah haji menjalankan rukun Islam yang kelima dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
10. Jabal Rahmah
Jabal Rahmah adalah bukit di Padang Arafah yang diyakini sebagai tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa setelah diturunkan ke bumi. Tempat ini sering dikunjungi oleh jamaah yang ingin berdoa, terutama bagi mereka yang memohon jodoh atau keberkahan dalam rumah tangga.
Selain nilai sejarahnya, Jabal Rahmah juga menawarkan pemandangan yang indah dari atas bukit. Banyak jamaah yang mendaki ke puncaknya untuk berdoa dan mengabadikan momen di tempat yang penuh makna ini.**
Editor: Yayan Sofyan
