Eri dan Rohimat, Wartawan Asal Kab.Bandung Terseret Ombak Karang Papak Garut, 1 Tewas 1 Selamat

Foto : Istimewa
Korban Eri Hermawan (26) diselamatkan setelah terseret ombak Pantai Karang Papak sementara rekannya Eri Rohimat tewas.
GARUT, KejakimpolNews.com - Refresing yang semula diharapkan menjadi momen melepas penat namun berubah tragedi memilukan dan berujung duka.
Seorang wartawan asal Kabupaten Bandung, Rohimat (22), tewas setelah terseret ombak saat berenang di kawasan wisata Pantai Karang Papak, Desa Cikelet, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Rabu (4/2/2026) siang.
Insiden tragis kecelakaan laut tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Rohimat datang ke Pantai Karang Papak bersama rombongan rekan kerjanya. Usai berfoto bersama di pesisir pantai, korban bersama rekannya, Eri Hermawan (26) bermain air dan berenang di laut.
Tanpa disadari, keduanya berenang terlalu jauh hingga mendekati area palung laut yang dikenal memiliki arus balik cukup kuat.
Ombak besar tiba-tiba menyeret tubuh kedua korban ke arah tengah laut, membuat mereka tenggelam dan kesulitan menyelamatkan diri.
Melihat kejadian tersebut, warga sekitar, nelayan, serta pengunjung pantai segera berupaya memberikan pertolongan. Personel Satpolairud Polres Garut yang tengah berpatroli bersama Balawista turut melakukan proses evakuasi di tengah kondisi ombak yang cukup berbahaya.
Eri berhasil dievakuasi ke tepi pantai sekitar 100 meter dari titik awal kejadian. Setelah beristirahat, kondisinya berangsur membaik. Namun nasib berbeda dialami Rohimat. Ia terseret arus lebih jauh, sekitar 200 meter dari bibir pantai, dan ditemukan dalam kondisi sangat lemas akibat banyak menelan air laut.
Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Cikelet untuk mendapatkan penanganan medis. Sayang, nyawa Rohimat tidak dapat ditolong.
“Setelah dilakukan upaya pertolongan oleh tenaga kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Kasat Polairud Polres Garut, Iptu Aep Saprudin, Kamis (5/2/2026).
Aep Saprudin mengatakan, kedua korban merupakan wisatawan dan kabarnya wartawan ini berasal dari Kabupaten Bandung yang datang bersama rombongan rekan kerja.
Aep Saprudin mengatakan, kedua korban merupakan wisatawan dan wartawan berasal dari Kabupaten Bandung ini datang bersama rombongan rekan kerja. Berdasarkan keterangan saksi, setelah melaku sesi foto bersama, keduanya yang kabatnya wartawan ini bermain air dan berenang.
Saat itu sedang terjadi arus balik yang cukup kuat dan kedua korban terseret ke tengah laut dan tenggelam. Lokasi berenang diketahui memang berada tidak jauh dari palung laut sehingga memiliki arus yang berbahaya.
"Mengetahui adanya dua wisatawan terseret ombak, saksi bersama warga sekitar, nelayan, dan pengunjung pantai segera memberikan pertolongan," ungkap Aep.
Personel Satpolairud Polres Garut yang sedang melakukan patroli bersama Balawista, nelayan dan masyarakat juga melakukan evakuasi korban.
“Korban Eri Hermawan berhasil dievakuasi ke tepi pantai sekitar 100 meter dari titik awal kejadian dan kondisinya membaik setelah beristirahat. Sementara korban Rohimat terseret arus hingga sekitar 200 meter dari bibir pantai dan kondisinya lemas akibat banyak menelan air laut," kata Aep.
Korban Rohimat selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Cikelet untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan upaya pertolongan oleh tenaga kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Cikelet ke rumah duka dan didampingi oleh rekan korban.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung Pantai Karang Papak agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di pantai, khususnya saat bermain air dan berenang. Pengunjung diharapkan mematuhi rambu-rambu peringatan serta tidak berenang di area berbahaya, terutama yang dekat dengan palung laut, guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa,” harapnya.
"Polairud Polres Garut tak henti-henti mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat berwisata, demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama di kawasan wisata pantai," pungkas Aep.**
Editor: Yayan Sofyan