Perkelahian Pelajar SMP Videonya Viral di Medsos, Polres Cimahi Tengah Telusuri Identitasnya

Ilustrasi
Ilustrasi perkelahian pelajar
CIMAHI, KejakimpolNews.com - Jagat maya dihebohkan dengan video yang viral di media sosial (medsos) adanya aksi perkelahian sekelompok pelajar dan penampilkan adu pukul.
Insiden mengarah kepada bulliying atau perundungan ini diperkirakan terjadi di sebuah lahan kosong, tepat di belakang RSUD Cibabat, Kota Cimahi. Berdasarkan hasil penelusuran, aksi ini diketahui berlangsung pada Rabu (11/2/2024).
Video itu berdurasi 1 menit, tampak belasan remaja pelajar berkumpul mengelilingi seorang pelajar yang tengah menghujankan pukulan tangan kosong ke arah pelajar lainnya. Adegan ini tidak ada yang melerai melainkan membiarkan perkelahian tersebut.
Bahkan terdengar suara yang diduga pelaku perekaman adegan perkelahian dengan teriakan untuk membubarkan aksi perkelahian. Tetapi upaya tersebut gagal meskipun beberapa pelajar sempat berlarian setelah mendengar teriakan. Video ini kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, menyatakan, pihaknya telah menerima informasi. Informasi itu terkait viralnya video perkelahian pelajar tersebut di media sosial.
Iptu Gofur menyatakan pihaknya sudah terima informasinya. Sebagai langkah awal aksi tersbeut sedang ditelusuri tentang identitas dan asal sekolah para pelajar itu.
Penelusuran identitas para pelajar yang terliba menjadi langkah awal untuk penanganan lebih lanjut. Hal ini penting untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Gofur memastikan pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Koordinasi ini dilakukan untuk mengusut tuntas insiden tersebut. Penanganan kasus akan disesuaikan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Gofur menambahkan, penyelidikan ini meliputi para pelajar, identitas pelaku namun dugaan, pelaku masih pelajar SMP dan di bawah umur
Pihaknya kata Gofur akan koordinasi dengan dinas terkait dari Pemkot Cimahi. Nanti akan ditentukan tindaklanjutnya seperti apa, karena diduga para pelajar itu masih SMP dan di bawah umur.**
Author: Sonni Hadi